Berita

MAN 1 Yogyakarta Siapkan Kelas Internasional, Target Dibuka 2026

Tangerang (MAN 1 Yogyakarta) – MAN 1 Yogyakarta mulai menyiapkan pembukaan Kelas Internasional yang ditargetkan berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Persiapan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategic Preparation for the International Class Program yang digelar di Hotel Adia Suites Ciputat, Kamis malam (23/1/2026).

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, mengatakan rintisan kelas internasional menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing madrasah ke depan. Meski alokasi anggaran MAN 1 Yogyakarta lebih kecil dibandingkan MAN 4 Jakarta, ia menegaskan hal itu tidak boleh menjadi penghambat. “Kita harus lebih solid dan bersinergi. Ini momen muhasabah agar muncul ghiroh untuk menguatkan madrasah melalui inovasi,” ujarnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Hj. Elfa Tsuroyya, menilai studi tiru ke MAN 4 Jakarta memberikan gambaran nyata tentang kesiapan anggaran dan sumber daya manusia MAN 1 Yogyakarta. Menurut nya, keberadaan Kelas Internasional menjadi penting seiring rencana pendirian MAN PK MAN 1 Yogyakarta di Gunungkidul. “Saat MAN PK menjadi avilial, MAN 1 Yogyakarta harus sudah memiliki kelas internasional,” tandasnya .

Dalam FGD tersebut, tim PPDB memaparkan skema penerimaan murid untuk Kelas Internasional yang akan melalui tiga tahapan seleksi, yakni seleksi berkas, psikotes, tes berbasis Cambridge, serta tes baca tulis Al-Qur’an yang disertai wawancara dan penulisan esai. Standar akademik ditetapkan untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa, serta IPA. Jalur Kelas Internasional direncanakan masuk dalam kategori jalur reguler unggulan.

Dari sisi kurikulum, MAN 1 Yogyakarta akan mengadopsi kurikulum Cambridge yang dipadukan dengan kurikulum nasional melalui sistem blok. Seleksi dan pembekalan guru dijadwalkan mulai Februari 2026. Madrasah juga berencana menggunakan sistem kontrak bagi guru tertentu untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia. Konsultan Cambridge akan dilibatkan untuk memastikan standar akademik, ruang kelas, laboratorium, hingga sistem ujian.

Ketua Komite MAN 1 Yogyakarta, Hazwan Iskandar Jaya, S.P., Med., CMT., ASEAN., menyatakan komite siap mendukung kebutuhan guru dan buku selama mutu pendidikan terjamin. Sementara itu, Pengawas Madrasah Jenjang MA, Evi Effrisanti, menekankan pentingnya pemenuhan seluruh persyaratan Cambridge, termasuk kesejahteraan guru dan supervisi pembelajaran.

Hasil FGD ini akan menjadi dasar penyusunan master plan dan action plan Kelas Internasional yang akan dimatangkan sebelum rapat kerja madrasah. (dee)

Leave a Reply