MAN 1 Yogyakarta Ikuti Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta melaksanakan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Rabu (21/10/2026). Bertempat di Laboratorium Komputer 3, kegiatan ini melibatkan guru dan murid yang ditugaskan sebagai responden untuk mengikuti pengisian survei sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Terdapat 47 responden yang tercantum dalam daftar peserta yang ditugasi mengikuti survei KBC yang terdiri atas empat guru dan 43 murid. Pelaksanaan survei dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 10.00 -12.00 WIB untuk sesi pertama dan pukul 13.00 -15.00 WIB untuk sesi kedua.
Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah. Implementasinya berkaitan dengan upaya membangun proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan pembentukan karakter. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut perlu tercermin dalam hubungan antara guru dan murid, suasana belajar, serta cara warga madrasah berinteraksi satu sama lain. Keterlibatan guru dan murid dalam kegiatan ini memberikan ruang bagi kedua unsur utama dalam proses pendidikan untuk berpartisipasi dalam pengisian survei. Guru memiliki pengalaman dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, sedangkan murid mengalami secara langsung proses pembelajaran dan interaksi yang berlangsung di madrasah.
Pelaksanaan survei ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Informasi yang dihimpun melalui pengisian survei dapat menjadi bahan untuk memahami pelaksanaan program sekaligus melihat aspek-aspek yang masih perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan di madrasah. Penguatan nilai-nilai dalam pendidikan perlu berjalan beriringan dengan proses pembelajaran dan pembinaan karakter. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat bagi murid untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan bersama.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta perlu mendapat perhatian bersama agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tercermin dalam kegiatan pendidikan sehari-hari. Edi menjelaskan bahwa survei ini menjadi salah satu kesempatan bagi madrasah untuk melihat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
“Kami berharap nilai-nilai cinta dapat terus dihidupkan dalam proses pembelajaran dan menjadi bagian dari pembentukan karakter murid,” kata Edi.
Salah satu guru yang mengikuti kegiatan tersebut, Widyastuti Fatimah Ikhsan, S.Pd., tercatat sebagai responden pada sesi pertama. Keterlibatan guru dalam survei ini menjadi bagian dari partisipasi pendidik dalam memberikan informasi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Widyastuti mengatakan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta penting untuk terus direfleksikan dalam kegiatan pembelajaran.
“Nilai-nilai cinta ini penting untuk hadir dalam interaksi guru dan murid karena proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter,” ungkap Widyastuti.
Lebih lanjut, penerapan nilai-nilai positif dalam pembelajaran memerlukan keterlibatan seluruh warga madrasah. Guru berperan dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan murid, sementara murid juga perlu berpartisipasi dalam membangun interaksi yang saling menghormati dan mendukung proses belajar. (luf)



