MAN 1 Yogyakarta Gelar Pembekalan Studi Budaya ke Bali Tahun 2026

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembekalan Studi Budaya ke Bali, Jum’at (09/01/2026). Rencananya, studi budaya ke Bali akan dilaksanakan pada Senin hingga Jum’at tanggal 12 – 16 Januari 2026. Kegiatan pembekalan ini berlangsung di aula lantai 2 pada, mulai pukul 10.30 hingga 11.30 WIB dan diikuti oleh 219 murid yang mengikuti studi budaya. Para murid yang tidak mengikuti kegiatan ini, akan mengikuti pemaparan kegiatan yang dirancang untuk mereka di aula perpustakaan lantai 2.
Pembekalan menghadirkan penyedia layanan transportasi PO Prima Anjang Ria Tours and Travels sebagai narasumber. Paparan disampaikan langsung oleh Bambang, pemilik PO Prima Anjang Ria, yang akan mendampingi perjalanan rombongan selama kegiatan studi budaya di Bali.
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan tentang rencana kegiatan (itinerary) selama di Bali, yang mencakup jadwal perjalanan, kunjungan destinasi, serta pengaturan teknis transportasi dan hotel. Ia juga menekankan tata tertib yang harus dipatuhi peserta selama studi budaya, terutama terkait keselamatan, kedisiplinan, dan etika selama perjalanan. “Yang jelas, dengan mematuhi semua aturan, dan menjaga diri dengan baik, kakak-kakak akan mendapatkan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan dan beraktifitas di Pulau Bali,” jelas Bambang. Selain itu, peserta dibekali tips dan trik melakukan perjalanan jarak jauh agar tetap sehat, nyaman, dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Waka Humas MAN 1 Yogyakarta Wakhid Hasyim, S. Pd. I. MA menegaskan bahwa pembekalan ini menjadi bagian penting dari kesiapan peserta sebelum keberangkatan. Menurut Wakhid, melalui pembekalan ini, peserta diharapkan dapat memahami teknis perjalanan, mematuhi aturan yang telah ditetapkan, serta menjaga sikap dan nama baik madrasah selama mengikuti studi budaya di Bali. “Kami berharap kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman edukatif yang berkesan,” ujar Wakhid.
Terlihat para murid antusias mengikuti pembekalan ini. Murid sibuk menanyakan hal-hal yang unik seperti, batas jam malam, cafe terdekat dan fasilitas hotel. “Ingin nyoba kopi di Bali yang terkenal enak di cafe,” kata beberapa murid putra sambil tergelak. Pembekalan ini diharapkan mampu membangun kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan peserta, sehingga studi budaya ke Bali dapat terlaksana dengan lancar serta memberikan nilai pembelajaran yang bermakna. (luf)



