Berita

MAN 1 Yogyakarta Ajak Murid Dalami Sejarah Lewat Kokurikuler di Candi Sewu dan Plaosan

Sleman (MAN 1 Yogyakarta) – MAN 1 Yogyakarta menggelar kegiatan kokurikuler bagi Murid kelas X pada Rabu (28/1/2026) dengan mengunjungi Candi Sewu dan Candi Plaosan. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya pendalaman materi pembelajaran secara kontekstual, khususnya terkait kekayaan peradaban dan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tema sejarah dipilih bukan tanpa alasan. Yogyakarta dikenal memiliki warisan budaya yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dipahami oleh generasi muda. Karena itu, MAN 1 Yogyakarta sengaja memilih destinasi candi yang belum terlalu viral, dengan harapan para murid tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan budaya melalui karya kreatif mereka.

Dalam kegiatan ini, Murid mendapatkan sejumlah tugas. Secara individu, mereka diwajibkan mengisi Lembar Kerja sebagai bentuk refleksi dan pemahaman materi. Sementara itu, tugas kelompok diarahkan pada penguatan keterampilan abad ke-21, seperti pembuatan karya fotografi, vlog, infografis, serta penulisan artikel.

Saat melepas rombongan, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini akan memberikan banyak manfaat bagi para murid. “Selain menambah wawasan sejarah dan budaya secara langsung, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, kreativitas, serta kepekaan murid terhadap pelestarian warisan budaya. Saya juga berharap pengalaman belajar di luar kelas ini mampu menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian generasi muda terhadap peninggalan sejarah bangsa,” tandasnya.

Kunjungan pertama dilakukan ke Candi Sewu, kompleks candi Buddha yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak jauh dari kawasan Candi Prambanan. Candi ini merupakan salah satu kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia, dengan ratusan bangunan candi yang tersusun simetris. Keindahan arsitektur serta luasnya kawasan menjadikan Candi Sewu sebagai saksi penting kejayaan peradaban Buddha di masa lalu.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Candi Plaosan, yang dikenal sebagai simbol toleransi pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi dan mencerminkan perpaduan unsur Buddha dan Hindu. Keberadaan Candi Plaosan menjadi bukti kuat bahwa nilai kebersamaan dan kerukunan telah hidup sejak masa lampau.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Yogyakarta berharap pembelajaran sejarah tidak hanya terbatas pada buku teks di ruang kelas, tetapi dapat dirasakan langsung oleh para murid sebagai pengalaman belajar yang nyata dan bermakna. (dee)

Leave a Reply