Lelah Membawa Berkah, KUA Wirobrajan Ajak Jamaah Jadikan Setiap Pengorbanan Bernilai Ibadah

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – KUA Wirobrajan terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan membangun semangat masyarakat melalui Program Cahaya Mimbar. Kali ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Berlin Sunardi, menyampaikan kajian bertema “Lelah Membawa Berkah” di Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen, Senin (27/7/2026).
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan kajian keislaman yang diikuti jamaah dengan penuh antusias. Dalam tausiyahnya, Berlin Sunardi mengajak jamaah untuk memandang rasa lelah sebagai bagian dari perjuangan hidup yang bernilai ibadah apabila diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Menurutnya, tidak semua kelelahan berakhir sia-sia. Justru ada kelelahan yang mendatangkan pahala dan keberkahan, seperti lelah dalam bekerja mencari nafkah yang halal, lelah dalam menjalankan ibadah, serta lelah dalam menahan hawa nafsu dan menjaga diri dari kemaksiatan.
Berlin menguatkan pesannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 69:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69).
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk tetap istiqamah dalam berjuang di jalan kebaikan. Setiap pengorbanan dan kelelahan yang dilakukan dengan niat yang ikhlas akan memperoleh petunjuk, pertolongan, serta balasan terbaik dari Allah SWT.
Salah seorang jamaah, Deni, mengaku bersyukur dapat mengikuti kajian rutin yang diselenggarakan setelah salat Zuhur.
“Saya senang dan bahagia bisa mengikuti kajian ini. Meski waktunya singkat, setelah Zuhur kami dapat menambah ilmu yang sangat bermanfaat dan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui Program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang berdampak, memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat, serta menumbuhkan semangat untuk menjadikan setiap aktivitas, pengorbanan, dan kelelahan sebagai jalan meraih keberkahan serta rida Allah SWT.[ekoAW]



