KUA Wirobrajan Gencarkan Edukasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Lewat Program Cahaya Mimbar

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Wirobrajan terus menguatkan perannya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak melalui penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Cahaya Mimbar yang digelar di Masjid Kalimasada, Patangpuluhan, Rabu (15/7/2026), dengan mengangkat tema Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, menyampaikan bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat. Oleh karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas ibadah umat Islam.
“Ketepatan arah kiblat bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat,” jelas Eko di hadapan jamaah.
Pada kesempatan tersebut, jamaah juga diberikan edukasi mengenai fenomena Rashdul Kiblat, yaitu peristiwa ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mengecek arah kiblat secara sederhana dan akurat. Fenomena astronomi ini terjadi dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Mei dan Juli.
Eko menjelaskan bahwa pada tahun 2026, masyarakat dapat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk memverifikasi arah kiblat di rumah, masjid, musala, kantor, maupun tempat ibadah lainnya. Selain memanfaatkan fenomena alam tersebut, pengecekan arah kiblat juga dapat dilakukan menggunakan alat bantu seperti teodolit maupun kompas yang telah dikalibrasi.
Melalui Program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. Edukasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini merupakan wujud komitmen KUA Wirobrajan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang informatif, edukatif, berdampak, dan terukur, sekaligus mendukung suksesnya Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Tahun 2026 di tengah masyarakat.[ekoAW]



