Berita

KUA Pakualaman Perkuat Sinergi dengan PLKB untuk Cegah Stunting Sejak Pra-Nikah

Yogyakarta — Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting, Kantor Urusan Agama (KUA) Pakualaman menjalin kerja sama strategis dengan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (23/04/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan program bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga sakinah dengan edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan stunting sejak dini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUA Pakualaman menegaskan bahwa peran KUA tidak hanya sebatas pencatatan pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

“Melalui MoU ini, kami berharap calon pengantin mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi, termasuk pengetahuan tentang gizi serta kesehatan ibu dan anak sebagai upaya mencegah stunting,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PLKB, Dian Puspitasari, S.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting. Ia menyampaikan bahwa edukasi sejak pra-nikah merupakan kunci utama dalam membentuk generasi yang sehat dan bebas stunting.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup penyuluhan kepada calon pengantin, pendampingan keluarga, sosialisasi pola asuh anak, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen untuk saling mendukung dalam pelaksanaan berbagai program edukatif di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara KUA Pakualaman dan PLKB ini, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di wilayah Pakualaman.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah terkait percepatan penurunan stunting. [Ar.n]