Berita

KUA Mergangsan Membersamai Ziarah Kebudayaan Menteri Kebudayaan di Sasonoloyo Keparakan

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan turut membersamai kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon.) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., dalam agenda ziarah ke kompleks Makam Sasonoloyo, Keparakan, Kemantren Mergangsan, Yogyakarta, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala KUA Mergangsan.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut perwakilan Kemantren Mergangsan, Polsek Mergangsan, Koramil Mergangsan, Lurah Keparakan, Satuan Polisi Pamong Praja Kemantren Mergangsan, serta rombongan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan melakukan ziarah ke sejumlah makam tokoh yang memiliki jasa dan kontribusi penting dalam perjalanan sejarah, kebudayaan, seni, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satunya adalah makam Kassian Cephas, tokoh fotografi yang dikenal sebagai salah satu pelopor fotografer pribumi di Indonesia. Lahir di Yogyakarta pada 15 Januari 1845, Cephas banyak mendokumentasikan kehidupan, kebudayaan, serta peninggalan sejarah Yogyakarta dan Jawa. Karyanya dalam mendokumentasikan berbagai situs bersejarah, termasuk Candi Borobudur, menjadi bagian penting dalam merekam warisan budaya untuk generasi berikutnya.

Ziarah juga dilakukan ke makam Arie Frederik Lasut, Pahlawan Nasional yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pertambangan dan geologi Indonesia. A.F. Lasut gugur pada 7 Mei 1949 setelah ditembak oleh Belanda di Pakem, Yogyakarta, karena menolak bekerja sama dan tetap mempertahankan prinsip perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Menteri Kebudayaan juga berziarah ke makam R.J. Katamsi Martorahardjo, tokoh perintis pendidikan seni rupa Indonesia sekaligus Direktur pertama Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). ASRI yang berdiri di Yogyakarta pada 1950 kemudian berkembang dalam perjalanan sejarah pendidikan seni rupa Indonesia hingga menjadi bagian dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Bagi KUA Mergangsan, kehadiran dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi lintas sektoral bersama pemerintah dan berbagai unsur masyarakat di wilayah Kemantren Mergangsan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan sekaligus upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam momentum penghormatan kepada para tokoh bangsa.

Ziarah bukan hanya mengenang mereka yang telah wafat, tetapi juga mengambil keteladanan dari perjuangan dan pengabdian mereka. Dari para tokoh tersebut kita belajar tentang pentingnya menjaga kebudayaan, mempertahankan nilai-nilai perjuangan, serta membangun pendidikan untuk generasi mendatang.

KUA Mergangsan terus berkomitmen untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan menghargai sejarah serta budaya bangsa. (HP)

Leave a Reply