Khidmat di Lynn Jogokariyan, Penghulu KUA Mantrijeron Sampaikan Khutbah Nikah Bernuansa Ihya’ Ulumiddin

Yogyakarta (Humas) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Ballroom Hotel Lynn Jogokariyan pada Ahad (6/9/2025), saat dua insan, Tihas Citra Buwana dan Annisaa’dyah Suciningtyas, resmi mengikrarkan janji suci pernikahan di hadapan keluarga dan para saksi.
Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Kemantren Mantrijeron, Mu’inan, yang tidak hanya bertugas mengesahkan ikatan pernikahan secara syar’i, tetapi juga menyampaikan khutbah nikah penuh makna yang mengangkat refleksi dari kitab klasik Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.
Dalam khutbahnya, Mu’inan mengingatkan kedua mempelai tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga dengan menghindari enam sifat yang dapat merusak hubungan suami istri. Ia menekankan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga proses saling menjaga, memahami, dan menguatkan.
Beberapa nasihat yang disampaikan antara lain pentingnya menjaga lisan dari keluhan berlebihan, menghindari sikap mengungkit kebaikan, menjaga kesetiaan hati, menumbuhkan rasa qana’ah, menjaga kehormatan diri dalam rumah tangga, serta mengedepankan komunikasi yang lembut dan menenangkan.
“Rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak akan terwujud tanpa saling pengertian dan perjuangan bersama. Suami dan istri harus saling menjadi pakaian yang saling menutupi dan saling menguatkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Nasihat tersebut juga menegaskan bahwa peran suami dan istri harus berjalan seimbang; saling melengkapi, saling menghargai, serta saling menjaga dalam setiap kondisi kehidupan rumah tangga.
Prosesi akad nikah berlangsung lancar, penuh kekhusyukan, dan diakhiri dengan doa bersama yang menambah suasana haru di tengah keluarga besar kedua mempelai. Peristiwa sakral ini menjadi awal perjalanan baru bagi Tihas dan Annisaa’dyah dalam membangun rumah tangga yang penuh keberkahan.[m.uin.@n]

