Berita

Kenali Dini Kelelahan Mental, Penyuluh Katolik Dukung Gerakan Ibu Siaga

Yogyakarta (Garakat) — Kepedulian terhadap kesehatan jiwa menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan tangguh. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kesehatan Jiwa dan Kelelahan Mental yang diselenggarakan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kota Yogyakarta di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, S.Fil., hadir mewakili Penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta sekaligus menyampaikan sambutan.

Kegiatan mengangkat tema “Ibu Siaga: Deteksi Dini Kesehatan Jiwa dan Kelelahan Mental”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan ibu dan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan emosional yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini.

Edelbertus Jara menyampaikan sambutan atas nama Penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan WKRI yang memberikan ruang edukasi dan penguatan bagi perempuan, khususnya dalam mengenali berbagai tanda awal gangguan kesehatan jiwa dan kelelahan mental.

Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh dr. Veronika Evita Setianingrum, MPH dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali kondisi diri, menjaga kesehatan mental, serta membangun kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan keluarga.

Penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta, V. Tatik Trijati Ningsih, S.I.P., M.Sc., sedianya hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, pada waktu yang bersamaan, ia harus mengikuti kegiatan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga meminta Edelbertus Jara untuk mewakilinya.

Melalui kegiatan ini, WKRI Cabang Kota Yogyakarta turut mengambil peran dalam membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga yang sehat secara mental diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, suportif, dan penuh kepedulian.(ej)

Leave a Reply