Berita

Kemenag Yogyakarta Perkuat Sinergi Cegah HIV

Yogyakarta (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menerima audiensi Yayasan Victory Plus Yogyakarta di Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Rabu (9/9/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan pendampingan HIV di Kota Yogyakarta.

Direktur Yayasan Victory Plus Yogyakarta, Yan Michael, menyampaikan maksud dan tujuan audiensi sekaligus memperkenalkan kiprah lembaganya yang sejak 2004 konsisten memberikan pendampingan, dukungan, dan layanan bagi orang dengan HIV. Selain HIV, yayasan juga memiliki perhatian pada isu kesehatan lainnya, termasuk tuberkulosis (TBC).

Menurutnya, hingga 2026 terdapat sekitar 5.800 kasus HIV di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sekitar 2.300 kasus berada di Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk memperkuat edukasi dan pencegahan sejak dini.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Shidqi menegaskan bahwa penanganan HIV tidak dapat hanya bertumpu pada aspek kesehatan. Kasus HIV ini seperti gunung es,” ujarnya. Karena itu, upaya penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pencegahan, penanggulangan, hingga pendampingan.

Ahmad Shidqi menilai Kemenag memiliki posisi strategis dalam aspek pencegahan melalui penguatan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Jaringan penyuluh agama dan tokoh agama dapat menjadi kekuatan penting untuk menyampaikan edukasi yang tepat, membangun kesadaran, sekaligus mendorong perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan bahwa HIV tidak semata-mata dapat dilihat dari faktor perilaku, tetapi terdapat berbagai faktor lain yang perlu dipahami secara utuh. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis, berbasis pengetahuan, serta menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

“Perlu ada sinergi program yang lebih konkret. Salah satunya melalui MoU dan kolaborasi program, termasuk sosialisasi melalui layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin), serta penguatan peran tokoh agama dalam edukasi pencegahan HIV,” jelasnya.

Menurut Ahmad Shidqi, momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara Kemenag dan Yayasan Victory Plus agar upaya pencegahan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Penyuluh agama diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi yang sensitif terhadap berbagai persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

Audiensi tersebut diharapkan melahirkan langkah bersama menuju target Three Zero 2030, yakni zero new infectionzero AIDS-related death, dan zero discrimination. “Komitmen kita adalah bagaimana tidak ada kasus baru, tidak ada kematian karena HIV, dan tidak ada diskriminasi,” tegas Ahmad Shidqi.

Sinergi Kemenag dan Yayasan Victory Plus menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan edukasi yang lebih luas, membangun kesadaran masyarakat, sekaligus memastikan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.(Arif)

Leave a Reply