Kemenag Kota Yogyakarta Restui Musyawarah Pokjaluh 2026

Yogyakarta (Humas) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kota Yogyakarta Tahun 2026, panitia pelaksana melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Jumat (19/6/2026).
Audiensi yang dipimpin Ketua Panitia, Moh. Dai, didampingi Lathifah dan Fitri tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Tahrir, S.E., M.M., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian rencana pelaksanaan Musyawarah Pokjaluh yang akan digelar pada 30 Juni 2026 di Jaka Garong, Turi, Sleman.
Dalam kesempatan tersebut, panitia memaparkan berbagai persiapan yang telah dilakukan serta memohon arahan dan dukungan dari pimpinan guna menyukseskan agenda musyawarah yang menjadi forum tertinggi bagi penyuluh agama Islam di Kota Yogyakarta.
Kepala Seksi Bimas Islam, Muhammad Tahrir, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat para penyuluh dalam mempersiapkan musyawarah. Menurutnya, forum ini memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas sumber daya penyuluh, serta menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Musyawarah Pokjaluh 2026. Ia menegaskan bahwa musyawarah tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, serta melahirkan gagasan-gagasan inovatif dalam penguatan layanan penyuluhan agama.
“Penyuluh agama memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat. Karena itu, musyawarah ini diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang adaptif, serta langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi umat,” ujarnya.
Mengusung tema “Penyuluh Maju, Bergerak, dan Berdampak”, Musyawarah Pokjaluh Kota Yogyakarta Tahun 2026 diharapkan menjadi sarana konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan profesionalitas penyuluh agama Islam. Semangat tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pembinaan dan pelayanan keagamaan yang berkualitas, kolaboratif, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Melalui dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Musyawarah Pokjaluh 2026 diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang semakin memperkuat eksistensi dan kontribusi penyuluh agama Islam dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berkemajuan. (EkoAW)


