Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Kompetensi Guru Madrasah melalui Bimtek Literasi Numerasi

Yogyakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi bagi Guru Madrasah, Selasa 27–28 Oktober 2026 di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh guru dari 16 madrasah negeri dan swasta di Kota Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menyampaikan pembelajaran dengan metode yang tepat, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Peningkatan kompetensi guru adalah harga mati. Bagaimana cara dan metode menyampaikan materi kepada murid sangat penting agar pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan dan tujuan pendidikan tercapai,” tegas Ahmad Mustafid.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi guru bukan semata-mata menjalankan tugas mengajar di ruang kelas. Guru memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik dengan penuh amanah, ketangguhan, dan keikhlasan. Selain membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, guru diharapkan senantiasa mendoakan serta mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berkarakter.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Musyadad, menjelaskan bahwa bimtek ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun soal berbasis literasi dan numerasi. Meskipun tidak masuk dalam alokasi anggaran kegiatan, bimtek tetap diupayakan terlaksana karena dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Menurut Ahmad Musyadad, penguatan literasi dan numerasi perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Persiapan sejak dini diharapkan dapat membantu peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap wawasan dan kemampuan Bapak/Ibu guru dalam menyusun soal literasi dan numerasi semakin meningkat. Penguatan ini perlu dimulai sejak awal agar peserta didik memiliki bekal yang memadai ketika menghadapi evaluasi akademik,” ujarnya.
Ahmad Musyadad juga menyampaikan bahwa penguatan numerasi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian melalui evaluasi pembelajaran. Capaian dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun ini, termasuk keberhasilan empat peserta dari MAN 1 Yogyakarta di antara 11 peserta yang akan melaju ke tingkat nasional dari DIY, menjadi salah satu momentum untuk terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi madrasah.
Dalam pelaksanaannya, bimtek menghadirkan dua narasumber dengan materi yang mencakup mata pelajaran umum serta Pendidikan Agama Islam (PAI). Materi dirancang untuk membantu guru memahami pengembangan soal yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat, tetapi juga mendorong peserta didik memahami informasi, mengolah data, menalar, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.
Kegiatan ini menggunakan pola in-on, yakni pembelajaran bersama narasumber (in) dan tindak lanjut secara mandiri dari rumah masing-masing (on). Pada tahap tindak lanjut, peserta akan memperoleh penugasan dengan alokasi dua jam pelajaran (JPL). Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat setelah mengikuti rangkaian kegiatan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Ahmad Musyadad berharap para peserta memanfaatkan bimtek ini sebagai ruang belajar dan berdiskusi secara aktif. Berbagai hal yang masih memerlukan pendalaman dapat dikonsultasikan kepada narasumber agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam penyusunan soal dan proses pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Yogyakarta mendorong guru madrasah untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik. Penguatan literasi dan numerasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bimtek, tetapi berlanjut dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga madrasah mampu menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas dan mempersiapkan generasi yang cakap, kritis, serta berdaya saing.(Nis)



