Kemenag Kota Yogyakarta Dukung GEMMA, Perkuat Literasi Al-Qur’an Braille

Yogyakarta (Kemenag Yogyakarta)— Penguatan literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan. Komitmen tersebut diwujudkan MTs LB A Yaketunis Yogyakarta melalui peluncuran program GEMMA (Gerakan Membaca dan Memahami Al-Qur’an Braille), Kamis (22/10/2026), di Aula Supardi Abdu Shomad, Kampus SLB dan MTs LB A Yaketunis Yogyakarta.
Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta mendukung inisiatif tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an bagi peserta didik penyandang disabilitas netra. Dukungan ini sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan layanan pendidikan agama yang memberikan kesempatan setara bagi setiap peserta didik untuk membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ma’ruf Yuniarno, S.Pd.I., M.A., yang hadir mengapresiasi berbagai inovasi yang terus dikembangkan MTs LB A Yaketunis. Menurutnya, program-program inovatif seperti GEMMA perlu terus diperkuat agar madrasah mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas peserta didik.

Ma’ruf berharap MTs LB A Yaketunis dapat berkembang menjadi center of excellence atau pusat keunggulan pembelajaran Al-Qur’an Braille di Indonesia. Harapan tersebut sejalan dengan potensi madrasah dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi rujukan bagi penguatan pembelajaran keagamaan yang inklusif.
“Lulusan MTs LB A Yaketunis diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki fondasi iman yang kuat, serta dibekali hafalan Al-Qur’an. Al-Qur’an hendaknya tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dijaga dengan hati dan dijadikan kompas dalam menjalani kehidupan,” pesan Ma’ruf kepada para murid.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca dan menghafal, melainkan juga dari bagaimana nilai-nilainya tertanam dalam sikap, perilaku, dan kemandirian peserta didik. Melalui GEMMA, madrasah diharapkan dapat membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan diri murid dalam mengembangkan potensinya.
Kepala MTs LB A Yaketunis, Hj. Dania Mustikawati, S.E., menyampaikan bahwa GEMMA menjadi titik awal untuk melejitkan semangat murid agar gemar membaca dan menghafal Al-Qur’an secara kontinu. Program ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi potensi-potensi gemilang para murid, sekaligus mendorong pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama mewujudkan visi pembentukan generasi “MANTAP DEH”, yakni generasi yang Mandiri, Kreatif, Terampil, Berdedikasi, dan Berakhlakul Karimah. Menurutnya, penguatan kecakapan membaca dan menghafal Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta keterampilan hidup agar peserta didik mampu menghadapi masa depan dengan percaya diri.
Peluncuran GEMMA ditandai dengan penabuhan rebana secara bersama-sama. Suasana semakin bermakna ketika seluruh murid MTs LB A Yaketunis menampilkan hafalan Juz 30, menunjukkan semangat dan kemampuan mereka dalam menjaga serta mendalami ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Yaketunis, AKBP (Purn.) H. Ahmad Hidayat Sukri, S.H., M.M.; sesepuh Yaketunis, H. Wiyoto; Kepala SLB A Yaketunis, Hj. Ambarsih, S.Pd.; komite madrasah; ibu asrama; serta para murid MTs LB A Yaketunis.
Dukungan Kemenag Kota Yogyakarta terhadap program GEMMA menjadi bagian dari upaya memperkuat peran madrasah sebagai ruang pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik. Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, pembelajaran Al-Qur’an Braille diharapkan semakin berkembang, tidak hanya sebagai sarana peningkatan kemampuan literasi keagamaan, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan generasi yang beriman, mandiri, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.(Ma’ruf)



