Kemenag Kota Yogyakarta Bagikan Strategi Pengelolaan LPTQ dan Pelaksanaan MTQ kepada LPTQ Indragiri Hulu

Yogyakarta (Humas) – Kantor Kementerian (KanKemenag) Agama Kota Yogyakarta menerima kunjungan studi konsultasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Selasa (15/9/2026). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat 1 Kankemenag Kota Yogyakarta tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman terkait pengelolaan LPTQ dan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Mewakili Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, Iwan Rustiawan memaparkan pengelolaan LPTQ Kota Yogyakarta secara menyeluruh, mulai dari perencanaan program, pembinaan peserta, pelaksanaan MTQ, koordinasi kepanitiaan, hingga mekanisme penilaian.

Menurut Iwan, penyelenggaraan MTQ membutuhkan perencanaan dan manajemen yang baik agar seluruh tahapan dapat berjalan tertib, terukur, dan profesional. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ merupakan bagian dari upaya membangun tradisi Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di tengah masyarakat.
“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membangun tradisi Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Iwan menekankan, keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh teknis penyelenggaraan, tetapi juga oleh kesinambungan pembinaan sebelum dan sesudah pelaksanaan. Karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antara LPTQ, Kementerian Agama, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Kamijo mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Yogyakarta menyampaikan berbagai hal terkait dukungan Pemerintah Daerah terhadap keberadaan dan program kerja LPTQ Kota Yogyakarta. Pembahasan antara lain mencakup aspek regulasi serta mekanisme penganggaran program LPTQ melalui dana hibah.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dan sinergi lintas sektor diperlukan agar kegiatan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan dan pembinaan generasi Qurani.

Kunjungan studi konsultasi tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman dan praktik baik antarlembaga, sekaligus memperkuat pengelolaan LPTQ agar semakin profesional dan berkelanjutan dalam mendukung pembinaan Al-Qur’an di daerah.(Nis)



