Kemenag Kota Buka Ruang Belajar Mahasiswa di KUA

Yogyakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menerima empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Terpadu Yogyakarta untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di tiga Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kota Yogyakarta. Kegiatan PPL berlangsung selama 21 September hingga 2 November 2026, dengan penempatan di KUA Wirobrajan, KUA Tegalrejo, dan KUA Mantrijeron.
Penerimaan mahasiswa PPL tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Kemenag Kota Yogyakarta dan STAI Terpadu Yogyakarta dalam memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus terlibat dalam dinamika pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kankemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, menyambut baik kehadiran para mahasiswa di ruang kerjanya, Senin 21/9/2026. Ia berpesan agar mahasiswa menjalani PPL dengan semangat, nyaman, dan terbuka untuk belajar dari berbagai pengalaman yang ditemui selama berada di KUA.
“Sekarang KUA itu penuh, tetapi penempatan sudah kami sesuaikan dengan ploting di tiga KUA. Silakan nyaman saja, dibuat happy, dan belajar apa yang ada di KUA. Silakan sowan dan bertemu dengan Kepala KUA,” ujarnya.
Menurutnya, PPL bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana layanan keagamaan dilaksanakan. Karena itu, mahasiswa diharapkan aktif berinteraksi, mengamati proses kerja, serta menyerap pengalaman dari para pegawai dan penyuluh di KUA.
“Semangat berjuang dalam dakwah. Belajar dan terus belajar dari apa yang ada di KUA,” tambah Ahmad Mustafid.
Sementara itu, Dosen Pembimbing STAI Terpadu Yogyakarta, Dr. Kharis Mujahada didampingi Dicky Artanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenag Kota Yogyakarta yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan KUA.
“Prinsipnya kami berterima kasih karena anak-anak bisa belajar dan bisa kami titipkan di sini. Saya senang bertemu dengan orang-orang yang juga berjuang. Anak-anak bisa bergabung, berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja dan terus bertumbuh,” tuturnya.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan PPL sebagai proses pembelajaran yang nyata sekaligus membangun karakter dan pengalaman profesional. Kharis juga meminta agar pihak Kemenag maupun KUA tidak segan memberikan teguran dan arahan apabila mahasiswa melakukan kekeliruan selama menjalankan tugas.
“Apabila anak kami ada salah, langsung tegur,” pesannya.
Lebih lanjut, Zahara Emilia Girsang mewakili Tim Humas Kemenag Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya. Ia berpesan kepada para mahasiswa agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, termasuk membangun komunikasi yang baik dengan para staf Kantor KUA.
“Semoga teman-teman bisa lekas menyesuaikan diri, baik dengan tempat maupun dengan semua staf, sehingga bisa lebih memahami dan mendapatkan pengalaman selama PPL,” ungkapnya.

Empat mahasiswa tersebut masing-masing ditempatkan di tiga KUA, yakni Abidul Muhtafad Fikron dan Elda di KUA Wirobrajan; M. Kholid Al Qossam di KUA Tegalrejo serta Kenia Desi Putri di KUA Mantrijeron.
Melalui PPL ini, Kemenag Kota Yogyakarta tidak hanya membuka akses pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi kelembagaan dengan perguruan tinggi. Interaksi langsung di lingkungan KUA diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pelayanan publik keagamaan sekaligus menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, pengalaman lapangan, dan kepedulian terhadap masyarakat.(Nis)



