Berita

Kemenag Dorong Peran Tokoh Umat: WKRI Kota Yogyakarta Bahas Kesehatan Mental dan Ekoteologi

Yogyakarta — Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta memfasilitasi pertemuan rutin Organisasi Masyarakat (Ormas) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan berlangsung di Aula I Kankemenag Kota Yogyakarta, Jl. Ki Mangunsarkoro 43A Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, V. Tatik Trijati Ningsih, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tokoh umat Katolik dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Ia menegaskan pentingnya peran WKRI sebagai mitra strategis dalam penguatan isu sosial-keagamaan di masyarakat.

Tema pertemuan kali ini adalah “Sosialisasi Isu Kesehatan Mental dan Ekoteologi untuk Kelompok Rentan kepada Tokoh Umat”. Tatik menekankan bahwa isu tersebut relevan dengan tantangan sosial saat ini, termasuk dampak kerusakan lingkungan terhadap kelompok rentan. Ia juga menyoroti ekoteologi sebagai bagian dari arah kebijakan Kementerian Agama RI yang mengintegrasikan nilai agama dengan kesadaran pelestarian lingkungan.

“Ekoteologi Kemenag adalah pendekatan yang mengintegrasikan nilai ajaran agama dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mari bersinergi membangun kesadaran masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sampah dan rumah sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua WKRI Cabang Kota Yogyakarta, Ch Gati W Ananti, menyampaikan bahwa isu kesehatan mental dan ekoteologi merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan WKRI. Ia menegaskan pentingnya peran anggota WKRI sebagai support system dalam menjaga kesehatan mental masyarakat, khususnya kelompok rentan, serta mendorong kesadaran rumah dan dapur sehat.

Pada sesi materi, pembicara dari Yayasan Dian Desa, Yayasan Dian Desa, Prianti Utami memaparkan materi “Isu Rumah dan Dapur Sehat: Menjawab Program Bedah Rumah dan Mas Jos di Kota Yogyakarta”. Sesi ini dimoderatori oleh Edelbertus Jara.

Sesi kedua menghadirkan pembicara dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, yaitu Arus Muandar dan Maria Bernadheta Rindyastami dengan materi isu kesehatan mental yang dimoderatori oleh FM Padhari Djati Martiwi.

Dalam kegiatan ini, sejumlah penyuluh turut berperan aktif, di antaranya Kristoforus Moses Jamwav sebagai notulis dan Arnoldus Suluh Dwi Candra yang membantu administrasi kegiatan.

Kegiatan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan WKRI ranting di setiap kemantren, utusan DPD WKRI DIY, para penyuluh Katolik, serta Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta. Acara berlangsung lancar dan ditutup dengan doa, laporan keuangan, bazar, serta sesi foto bersama.[ej]