Dua Murid MAN 1 Yogyakarta Raih Second Winner International Conference of Midwifery Update

Surakarta (MAN 1 Yogyakarta) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid kelas XI F MAN 1 Yogyakarta. Nabielah Nihlatul Maula dan Farrel Rizky Setiawan, berhasil meraih Second Winner dalam kategori Essay Competition bertema Mental Health pada ajang International Conference of Midwifery Update yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.
Dalam kompetisi tersebut, Nabielah dan Farrel mempresentasikan karya ilmiah berjudul “From Stress Signals to Smart Solutions: A Student-Led Innovation for Mental Monitoring” pada Kamis (29/01/26). Esai ini mengangkat gagasan inovatif mengenai pemantauan kesehatan mental berbasis peran aktif pelajar melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.
Nabielah menjelaskan bahwa esai yang mereka susun berfokus pada upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan mental dengan menekankan pentingnya deteksi dini dan solusi cerdas yang relevan dengan dunia remaja. Tahapan lomba meliputi seleksi dan penilaian esai ilmiah, yang kemudian dipresentasikan secara langsung di hadapan dewan juri dalam rangkaian kegiatan konferensi.
Proses persiapan lomba dilalui dengan penuh kesungguhan. Mulai dari penentuan topik, pengumpulan dan telaah literatur, penyusunan esai secara sistematis, hingga revisi berulang untuk menyempurnakan gagasan. Selama proses tersebut, Nabielah dan Farrel membagi peran secara proporsional dan menjaga konsistensi kerja sama, yang akhirnya mengantarkan mereka pada capaian prestasi membanggakan.
Bagi Nabielah, ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga yang melatih kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan gagasan, serta kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya kesehatan mental.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edy Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua murid tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan dan mampu menawarkan solusi yang konstruktif. Madrasah akan terus mendukung tumbuhnya budaya literasi, riset, dan inovasi sebagai bekal siswa menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Nabielah juga menyampaikan pesan motivatif bagi rekan-rekannya di MAN 1 Yogyakarta. “Jangan ragu untuk mencoba dan berani berproses. Setiap usaha pasti membawa pembelajaran, dan prestasi adalah bonus dari keberanian untuk melangkah,” ujarnya. (nel)



