Keluarga Benteng Utama Cegah Kekerasan Remaja

Yogyakarta – Maraknya kasus kekerasan yang melibatkan remaja menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan penyuluh agama. Keluarga dinilai memiliki peran strategis sebagai benteng utama dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., saat mengisi rekaman Program Siraman Rohani Islam (SRI) di RRI Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Melalui momentum bulan Dzulhijjah yang sarat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kasih sayang dalam keluarga Nabi Ibrahim AS, Eko mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat pendidikan keluarga.
Dalam siaran bertema “Saka Guru Peradaban: Methik Peta Dalan Pendidikan Saking Keluarga Nabi Ibrahim AS”, Eko menjelaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim memberikan teladan penting dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Menurutnya, terdapat empat pilar utama pendidikan keluarga yang dapat dijadikan pedoman, yakni tauhid, keteladanan, dialog, dan doa.
“Tauhid adalah akar, keteladanan pupuk, dialog air, dan doa pagar yang menjaga anak dari pengaruh buruk,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga memerlukan pendampingan spiritual, komunikasi yang hangat, serta contoh nyata dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Program Siraman Rohani Islam yang disiarkan dalam bahasa Jawa di RRI Programa 4 Yogyakarta, KUA Wirobrajan terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan sekaligus relevan dengan persoalan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dengan memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama, diharapkan berbagai fenomena kenakalan maupun kekerasan remaja dapat diminimalkan, sehingga tercipta generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.[ekoAW]



