Kasubbag TU: Inovasi Berdampak, Integritas Menguat, Layanan Makin SMART

Yogyakarta (Humas) — Penguatan inovasi, integritas, dan kualitas pelayanan menjadi pesan utama dalam amanat apel pagi yang disampaikan Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, Senin (12/10/2026). Ia menegaskan, berbagai capaian dan penghargaan yang telah diraih Kemenag Kota Yogyakarta harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Mustafid mengapresiasi Divisi SDM yang telah menyelenggarakan penjaringan inovasi terbaik pada Triwulan III. Dari 40 inovasi yang masuk, dilakukan seleksi hingga terpilih 12 inovasi, kemudian mengerucut menjadi enam finalis sebelum ditetapkan tiga inovasi terbaik.
Penerima penghargaan Kategori Layanan Internal diraih oleh Subbag Tata Usaha dengan inovasi Aplikasi Cuti Kita, Kategori Layanan Eksternal diraih oleh Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dengan inovasi Sikopiah Putih (Santri Kota Peduli Sampah dan Terlatih) dan untuk Kategori Inspiratif diraih oleh KUA Kemantren Jetis dengan inovasi Code Makmur Jaya.
Menurutnya, penganugerahan inovasi tidak boleh berhenti pada seremoni dan pemberian penghargaan. Lebih dari itu, inovasi harus terus dikembangkan agar keberlanjutannya terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Penilaian juga dilakukan dengan mencermati rekam jejak pelaksanaan, termasuk inovasi yang telah berjalan selama dua tahun serta dampak nyata yang dihasilkan. Khusus inovasi KUA, proses penilaian dilakukan melalui pendalaman, observasi, dan pengujian untuk memastikan manfaatnya tidak sekadar bersifat administratif.

Pada kesempatan tersebut, Mustafid juga menyampaikan apresiasi kepada kepala dan penghulu yang menerima anugerah terkait gerakan antigratifikasi, Anas Yusuf, S. Sos.I (KUA Ngampilan) dan Izzuddin Ramadhan Ash, SH (KUA Pakualaman Kota Yogyakarta).
Penghargaan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas, memperkuat komitmen antikorupsi, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan bebas dari gratifikasi.
Memasuki pekan peringatan Hari Santri 2026, ia mengajak seluruh jajaran Kemenag Kota Yogyakarta untuk turut menyukseskan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Agenda tersebut diawali dengan kegiatan Santri Reresik Sungai di Kali Code sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi ekoteologi. Selain itu, terdapat kompetisi karya tulis ilmiah (KTI) dan lomba video yang perlu disosialisasikan secara luas agar partisipasi masyarakat semakin optimal.
Puncak Rangkaian kegiatan nantinya akan digelar upacara hari santri di balai kota Yogyakarta. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi santri untuk berkarya, berkreasi, dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan sosial.
Menutup amanatnya, Mustafid mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa menjadikan SOP sebagai pedoman dalam bekerja, tanpa mengesampingkan pendekatan pelayanan yang humanis. Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai SMART: Senyum, Mudah, Amanah, Ramah, dan Transparan dalam setiap bentuk pelayanan.
Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur harus berjalan beriringan dengan sikap yang ramah dan memudahkan masyarakat. Dengan demikian, lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan pelayanan publik semakin berkualitas.
Melalui amanat apel tersebut, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga kesinambungan inovasi, memperkuat integritas, serta menghadirkan pelayanan yang tidak hanya sesuai prosedur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Nis)



