Berita

Kasubag TU Membersamai Safari Tarawih Wali Kota Yogyakarta di Masjid Margoyuwono Kraton

Yogyakarta (Humas) Pemerintah kota Yogyakarta melaksanakan Safari Tarawih dihadiri Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) , di masjid Margoyuwono Jl. Langenastran Lor No.9, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, pada hari Selasa 24/02/2026 bersama Kasubag Tata Usaha H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum, Kasi Bimas Islam H. Moh Tahrir, SE, MM., Kasi PD Pontren H. Saeful Anwar, S.Ag., MSI.

Turut dalam tim safari Assisten Pemerintah dan Kesra Drs Yunianto Dwi Sutono, Kepala Bakesbangpol Kota Yogyakarta Nindyo Dewanto, S.H., M.Hum, Direktur PDAM Tirta Marta H. Dani Darmawan, S.H., M.Kn, Wakil Ketua Baznas Drs. Abd. Samik, ketua KPU Noor Harsya Aryosamodro,MPP Kraton Drs. Sumargandi, M.Si, Danramil Mayor Erni, Mayor CPM (K) Septi Rahmawati, MH, . Kapolsek Kraton AKP Denis Efendi, S.H.

Rombongan Safari disambut takmir masjid Margoyuwono  Sunu Rahardjo sekaligus ketua kampung Langenastran yang merasa bergembira dengan kehadiran safari  tarawih wali kota Yogyakarta, dan menyampaikan laporan singkat kondisi masjid Margoyuwono dan masyarakatnya, serta  berterimakasih dengan bantuan yang diberikan.

Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa puasa itu berdampak pada diri kita, fokus utama adalah kebersihan lahir batin. Kebersihan merupakan sebagian dari iman, maka Hasto menyerukan agar masyarakat Langenastran dan sekitarnya sudah melaksanakan program “MASJOS” Masyarakat Jogja Olah Sampah, dengan 5 Langkah Mas JOS:

  1. Pilah sampah sesuai jenis (organik/anorganik).
  2. Bawa sampah anorganik ke Bank Sampah.
  3. Olah sampah organik (misal: komposter, budidaya maggot).
  4. Habiskan makanan (kurangi sampah sisa makanan).
  5. Gunakan wadah berulang (kurangi plastik sekali pakai)

Selanjutnya Hasto Wardoyo juga menyampaikan bahwa dalam menyempurnakan ihtiar , yang jauh dari sempurna, maka memohon doa dari masyarakat kota Yogyakarta agar pemerintah kota Yogya  dalam menjalankan tugas sesuai dengan yang diprogramkan, karena doa orang berpuasa mudah dikabulkan. Menurut Hasto angka perceraian dikota Yogyakarta masih tinggi maka diharapkan dengan puasa dapat menjalin komunikasi dengan anggota keluarga secara baik yakni pada saat berbuka dan sahur, merupakan waktu yang tepat, sehingga meningkatkan kulitas ketahanan keluarga.

             

Hasto juga menginformasikan program dinas kesehatan yakni pemeriksaan kesehatan gratis setiap 3 bulan di masing masing puskesmas. Bantuan dari pemerintah kota 10juta, dari PDAM Tirta Marta 2 juta, dari Baznas kota Yogyakarta 2 juta rupiah, serta pemberian alat sholat dan alqur’an dari Kemenag kota Yogya, serta buku dari perpustakaan daerah. [Ara]