Jejak Harian Rasulullah Menggema di Suronatan: Kajian Subuh Kian Berdampak

YOGYAKARTA — Musholla Aisyiyah Suronatan kembali dipadati jamaah ibu-ibu dari kawasan Suronatan, Kauman, Kadipaten, dan Notoprajan dalam kajian rutin usai salat Subuh, Jumat (24/04/2026). Kegiatan kepenyuluhan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kemantren Wirobrajan, Agus Saeful Bahri, S.Ag., M.S.I.
Pada kesempatan tersebut, kajian difokuskan pada pembedahan kitab Al-Yaum al-Nabiy, sebuah rujukan yang mengulas rutinitas 24 jam kehidupan Rasulullah SAW. Materi disampaikan tidak hanya secara tekstual, tetapi juga dikontekstualisasikan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern, sehingga jamaah dapat lebih mudah memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Agus Saeful Bahri menekankan pentingnya meneladani adab dan kebiasaan Rasulullah sebagai pedoman hidup yang aplikatif, mulai dari aktivitas harian hingga interaksi sosial. Hal ini diharapkan mampu membentuk pribadi muslimah yang berakhlak mulia dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Suasana kajian berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dialogis yang mengangkat berbagai tantangan dalam mengamalkan sunnah di era digital. Antusiasme jamaah terlihat dari partisipasi aktif dalam berbagi pengalaman dan bertanya seputar implementasi nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan modern.
Program kepenyuluhan rutin ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai oase spiritual bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan sebagai agen perubahan dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik di Kota Yogyakarta. (ASB)


