Jangan Tunggu Ajal untuk Getun! Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan Ungkap Kisah Sya’ban

Jangan sampai kebaikan yang bisa dilakukan hari ini justru menjadi penyesalan di kemudian hari. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Margianto, dalam program Cahaya Mimbar di Masjid Kalimasada, Rabu (7/10/2026), ba’da Zuhur.
Mengangkat kisah Sya’ban, sahabat Nabi yang dikenal istiqamah berjamaah, Margianto mengajak jamaah merenungkan tiga penyesalan saat sakaratul maut: “Mengapa tidak lebih jauh? Mengapa tidak yang baru? Mengapa tidak semuanya?”
Ketiganya menggambarkan penyesalan karena belum memaksimalkan setiap langkah menuju kebaikan, sedekah, dan berbagi.
“Jangan menunggu ajal untuk menyadari besarnya nilai sebuah kebaikan. Selagi ada kesempatan, lakukan yang terbaik dan perbanyak manfaat,” pesannya.
Melalui Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus menghadirkan bimbingan keagamaan yang dekat, menggugah, dan berdampak bagi masyarakat.



