Istisqa Bukan Sekadar Doa, KUA Wirobrajan Gaungkan Gerakan Merawat Alam

Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, mengisi kajian di Majelis Taklim (MT) Griya Lansia Baiturrohmah pada Selasa, 27 Oktober 2026, bertempat di Gedung Griya Lansia Baiturrohmah, Yogyakarta.
Dalam kajian tersebut, Agus menyampaikan materi bertema “Makna Istisqa dan Ekoteologi” yang relevan dengan berbagai persoalan alam dan lingkungan yang terjadi di Indonesia pada umumnya, serta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada khususnya.
Agus menjelaskan bahwa istisqa merupakan upaya memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, sedangkan ekoteologi merupakan pemahaman yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kedua hal tersebut mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan alam memiliki arti penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
Ia menekankan bahwa alam bukan sekadar sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia, melainkan juga tempat tinggal yang menopang keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT.
Lebih lanjut, Agus mengajak para jamaah untuk memahami bahwa ikhtiar spiritual melalui doa dan istisqa perlu disertai dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Upaya sederhana, seperti menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta tidak membuang sampah sembarangan, merupakan bentuk kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian ini, diharapkan para jamaah MT Griya Lansia Baiturrohmah semakin memahami bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman dapat menjadi landasan untuk membangun kesadaran ekologis dan menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup bersama.



