Berita

IPARI Kota Yogyakarta Gelar Rakerda, Bahas Program Strategis hingga Akhir 2026

Yogyakarta (Kemenag) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Pengurus Daerah (PD) Kota Yogyakarta melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Lantai 2 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Rakerda menjadi forum konsolidasi sekaligus tindak lanjut atas hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IPARI yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus PD IPARI Kota Yogyakarta dengan agenda utama membahas rekomendasi organisasi serta penyusunan program strategis hingga Desember 2026.

Ketua PD IPARI Kota Yogyakarta, Eko Agus Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerda merupakan bagian penting dalam memastikan berbagai rekomendasi hasil Rakerwil dapat ditindaklanjuti di tingkat daerah.

“Rakerda ini merupakan lanjutan dari Rakerwil yang telah kita laksanakan beberapa waktu lalu. Ada beberapa rekomendasi dari tingkat pusat maupun wilayah yang perlu kita tindaklanjuti bersama, sekaligus menyusun kegiatan dan agenda strategis PD IPARI Kota Yogyakarta hingga Desember 2026,” ujar Eko.

Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi antaranggota, sehingga program kerja IPARI dapat berjalan secara terarah serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rakerda selanjutnya dipandu oleh Totok, selaku Wakil Ketua PD IPARI Kota Yogyakarta. Dalam pembahasan, peserta menyepakati sejumlah keputusan dan agenda penting organisasi.

Beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan keanggotaan IPARI, program moderasi beragama, sinergi program IPARI dengan rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, serta program pengembangan kompetensi anggota.

Penguatan keanggotaan menjadi salah satu perhatian untuk memastikan organisasi memiliki basis anggota yang solid dan mampu mendukung pelaksanaan tugas penyuluh agama. Sementara itu, program moderasi beragama diarahkan untuk terus memperkuat peran penyuluh dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, toleran, dan inklusif di tengah masyarakat.

Rakerda juga membahas peluang sinergi program IPARI dengan kegiatan menyambut dan memeriahkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, sehingga kontribusi penyuluh agama dapat semakin terintegrasi dengan agenda kelembagaan Kementerian Agama.

Selain itu, pengembangan kompetensi anggota menjadi bagian penting dalam agenda kerja hingga akhir tahun. Peningkatan kapasitas diharapkan dapat mendukung profesionalitas penyuluh agama dalam melaksanakan tugas pelayanan, pembinaan, dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.

Melalui Rakerda tersebut, PD IPARI Kota Yogyakarta berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, serta menghadirkan program penyuluhan yang semakin adaptif dan berdampak bagi masyarakat. (Totok)

Leave a Reply