IMPACT 2026 : Olimpiade PAI Ajang Adu Pengetahuan Keagamaan Murid di Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – MAN Program Keagamaan (MAN PK) MAN 1 Yogyakarta IMPACT berhasil digelar pada Minggu (18/1/2026) bertempat di MAN 1 Yogyakarta. Salah satu cabang lomba IMPACT adalah Olimpiade PAI yang tentu saja diminati oleh para remaja sebagai ajang untuk menambah pengalaman dan pengetahuan. Pada cabang Lomba Olimpiade PAI diikuti oleh 13 tim yang berasal dari berbagai sekolah di Yogyakarta dan sekitarnya. Babak penyisihan berlangsung dengan lancar dan cukup tegang, beberapa murid berpendapat bahwa soal-soal yang diberikan alhamdulillah dapat dijawab dengan percaya diri namun ada beberapa soal yang membutuhkan waktu ekstra untuk menjawabnya juga.
Memasuki babak final, 5 tim sebagai finalis saling menunjukkan kemampuannya dalam menjawab soal-soal yang diberikan oleh dewan juri. Suasana di dalam ruangan terasa menegangkan dengan jumlah skor antar tim selisih tipis, hingga soal tambahan diberikan karena ada tim dengan jumlah skor yang sama.
Zidna Ilma Dian S.Pd., M.Pd., salah satu dewan juri Olimpiade PAI mengatakan “Peserta nya aktif dan pintar. Untuk soal-soal nya cukup mudah, namun cukup sulit di soal sejarah”.

Pemenang Olimpiade PAI diraih oleh tim dari MTsN 1 Klaten dengan total skor 900. “Waktu pelaksanaan final tadi jujur saja kami tegang semua apalagi waktu bagian yang ada pengurangan poin, itu bikin kita deg-degan sih” ujar salah satu peserta dari MTSN 1 Klaten. “Kalau untuk persiapannya alhamdulillah kita udah dari jauh-jauh hari, guru juga setiap hari selalu memberikan kita waktu buat melakukan bimbingan” tambah salah satu peserta lainnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta dan semangat kompetisi yang ditunjukkan selama Olimpiade PAI berlangsung. Ia menuturkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah adu pengetahuan keagamaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi murid. “Melalui Olimpiade PAI, murid dilatih untuk berpikir kritis, percaya diri, dan menjunjung sportivitas, sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap ilmu agama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan semangat belajar dan kecintaan murid terhadap nilai-nilai keislaman,” ujar Kamad. (syf)



