Berita

Iduladha 2026: MAN 1 Yogyakarta Satukan Ibadah, Pendidikan, dan Kepedulian Sosial

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Suara takbir yang bersahutan, serta kesibukan para murid dan guru di sekitar Masjid Al-Hakim menghadirkan wajah Iduladha 1447 H yang berbeda di MAN 1 Yogyakarta, Jumat (29/05/2026). Di tengah aktivitas penyembelihan hewan kurban, madrasah tidak hanya menjalankan tradisi keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang hidup tentang solidaritas, kepedulian, dan makna berbagi dalam kehidupan nyata.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Masjid Al-Hakim MAN 1 Yogyakarta tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah. Tahun ini, MAN 1 Yogyakarta menyembelih seekor sapi kurban hasil iuran bersama keluarga besar madrasah dengan harga sekitar 28 juta rupiah dan berat kurang lebih 200 kilogram. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar serta warga madrasah yang membutuhkan.

Ketua Panitia Iduladha 1447 H MAN 1 Yogyakarta, M. Amin, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan kurban di lingkungan madrasah bukan hanya agenda rutin keagamaan, melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis pengalaman nyata. M. Amin yang merupakan Kepala Unit Keagamaan MAN 1 Yogyakarta menjelaskan bahwa Iduladha mengajarkan bahwa pendidikan tidak cukup berhenti di ruang kelas. Melalui kegiatan kurban, murid belajar tentang empati, kerja sama, kepedulian sosial, dan keikhlasan berbagi kepada sesama.

“MAN 1 Yogyakarta melibatkan murid-murid secara langsung dalam proses distribusi dan pelayanan sosial sehingga nilai-nilai keislaman dapat dirasakan secara konkret dan nyata,” jelas M. Amin.

Amin juga menambahkan bahwa keterlibatan murid dalam kegiatan tersebut menjadi sarana pembentukan karakter moderat dan humanis yang sejalan dengan visi pendidikan madrasah.

 

 

 

 

 

Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh warga madrasah dalam menyukseskan kegiatan Iduladha tahun ini. Menurut Edi, kurban bukan hanya simbol ibadah personal, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.  Edi menambahkan bahwa madrasah harus mampu menghadirkan pendidikan yang menyentuh dimensi spiritual sekaligus sosial.

“Kegiatan kurban seperti ini menjadi media pembelajaran yang sangat penting agar murid memiliki sensitivitas sosial, semangat berbagi, dan kesadaran bahwa ilmu harus berdampak bagi masyarakat,” ungkap Edi.

 

Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan melibatkan tenaga jagal yang berpengalaman sehingga penyembelihan sampai daging siap dikemas berjalan dengan lancar. Setelah itu, panitia bersama para murid melakukan penimbangan, pengemasan, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat sekitar madrasah serta pihak-pihak yang berhak menerima.

 

Dalam proses pengemasan, panitia tetap mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dengan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Besek, daun jati dan daun pisang menjadi alternatif yang dipilih untuk meminimalkan penggunaan plastik. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Yogyakarta dalam mendukung budaya ramah lingkungan dan penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan bagi murid. (luf)

Leave a Reply