Humas Kemenag Kota Yogyakarta Asah Strategi Komunikasi Publik di Bimtek Komdigi

Yogyakarta (Humas) — Komitmen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan informasi publik yang profesional, kredibel, dan adaptif terhadap perkembangan era digital terus diperkuat. Salah satunya melalui keikutsertaan ASN yang tergabung dalam pengelola kehumasan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Publik yang diselenggarakan Direktorat Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI secara hybrid dari Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta, Selasa (7/7/26).
Keikutsertaan humas Kemenag Kota Yogyakarta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola informasi publik secara strategis, sekaligus memperkuat kualitas publikasi kelembagaan yang informatif, edukatif, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat transformasi digital dan penguatan tata kelola kehumasan di lingkungan Kementerian Agama.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Nunik Purwanti, Direktur Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kemampuan menyusun strategi komunikasi publik merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki setiap insan humas pemerintah. Menurutnya, strategi komunikasi yang dirancang secara sistematis mampu meningkatkan efektivitas penyampaian kebijakan, memperkuat citra institusi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sebelumnya, Ketua Tim Perencanaan Komunikasi Strategis Pemerintah Direktorat Komunikasi Publik Komdigi RI, Ignatius Untung Sumarsono, dalam laporannya menyampaikan bahwa komunikasi publik tidak lagi sebatas menyebarluaskan informasi, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap setiap kebijakan pemerintah. Ia juga mengungkapkan tingginya antusiasme peserta, dengan lebih dari seribu ASN dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi mengikuti kegiatan tersebut secara luring maupun daring.

Pada sesi utama, peserta memperoleh pembekalan dari Chacha Anissa, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, yang memaparkan materi mengenai penyusunan strategi komunikasi pemerintah melalui pendekatan Satu Narasi Nasional dan Satu Frekuensi Komunikasi Pemerintah. Ia menjelaskan bahwa komunikasi publik harus dibangun secara terintegrasi melalui narasi utama, pesan kunci, serta data pendukung yang sama agar seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mampu menyampaikan informasi yang selaras kepada masyarakat. Chacha juga mengulas implementasi Badan Koordinasi Komunikasi (BAKOM) RI sesuai Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025 beserta fungsi strategisnya dalam mengorkestrasi komunikasi pemerintah.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fardila Astari, pakar komunikasi strategis, peneliti, sekaligus praktisi public relations, yang mengangkat tema pentingnya membangun kepercayaan publik di era digital melalui komunikasi yang berbasis data, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan mampu menjawab tantangan disinformasi. Ia menekankan bahwa kepercayaan (*trust*) merupakan mata uang utama dalam komunikasi publik sehingga setiap informasi pemerintah harus disampaikan secara akurat, konsisten, relevan, dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam bimtek nasional ini, humas Kemenag Kota Yogyakarta diharapkan semakin mampu menyusun strategi komunikasi yang terukur, responsif terhadap isu publik, serta menghasilkan publikasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas, kredibel, dan memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.
Partisipasi aktif dalam forum peningkatan kompetensi ini sekaligus menegaskan keseriusan Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam memperkuat tata kelola informasi dan publikasi sebagai bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi digital, humas Kemenag Kota Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan narasi yang mencerahkan, memperkuat citra institusi, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.(Nis)

