Gemilang di UGM, Tim MAN 1 Yogyakarta Runner Up National Syariah Economics Competition

Sleman (MAN 1 Yogyakarta) – Berawal dari informasi tentang lomba dari alumni, tiga murid MAN 1 Yogyakarta; Nafisatus Sholihah (XII D), Kamilah Zhafira Aliy (XII C), dan Galing Haydar (XII B), berhasil meraih Juara 2 National Syariah Economics Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Sabtu (8/11/2025). Ajang bergengsi tingkat nasional ini diikuti oleh berbagai sekolah dari seluruh Indonesia dan menjadi wahana unjuk kemampuan di bidang ekonomi syariah dan ekonomi kontemporer.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., turut bangga dan mengapresiasi atas capaian gemilang tersebut. Edi menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan buah dari ikhtiar yang dibingkai dengan nilai spiritual sekaligus kesiapan menghadapi masa depan. Edi juga meyakini keberhasilan ini lahir dari kerja keras yang disertai doa, kejujuran, dan ketekunan. “Kompetisi seperti ini juga melatih murid untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta mengambil keputusan secara cepat. Keterampilan inilah yang akan menjadi bekal penting bagi mereka di dunia perguruan tinggi dan kehidupan nyata kelak. Ketrampilan ini perlu dilatih sejak dini,” tutur Edi.
Keikutsertaan tim MAN 1 Yogyakarta dalam kompetisi ini dilandasi oleh semangat untuk menambah wawasan serta memperdalam pemahaman di bidang ekonomi syariah. Galing salah satu dari ketiganya mengatakan bahwa mereka ingin menantang diri dalam suasana kompetisi sekaligus merasakan langsung atmosfer akademik perguruan tinggi ternama seperti UGM. “Di tengah padatnya agenda sekolah, terutama berdekatan dengan pelaksanaan ASAS, kami ingin menunjukkan komitmen tinggi dengan belajar secara mandiri dan membagi waktu secara disiplin agar belajar tidak terganggu dan persiapan lomba dapat berjalan optimal” kata Galing.
Dalam National Syariah Economics Competition 2025, sistem perlombaan dikemas dalam format cerdas cermat yang menuntut ketepatan berpikir dan kecepatan menganalisis soal. Para peserta dihadapkan pada beragam materi, mulai dari perhitungan persamaan pendapatan nasional untuk menentukan investasi dan tabungan, studi kasus praktik muamalah yang mengharuskan peserta menentukan dalil Al-Qur’an yang relevan, hingga materi tentang jenis-jenis akad, PSAK akuntansi syariah, hukum waris, serta ZISWAF (Zakat, Infak, dan Wakaf). Kompleksitas materi tersebut berhasil dilalui tim MAN 1 Yogyakarta dengan penuh kepercayaan diri.
Ketiganya mengakui bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna. Mereka mengaku memperoleh banyak insight baru, tidak hanya tentang ekonomi syariah, tetapi juga tentang pentingnya manajemen waktu, kerja sama tim, dan ketahanan mental dalam menghadapi kompetisi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi berikutnya yang lebih membanggakan, sekaligus mengharumkan nama MAN 1 Yogyakarta di kancah nasional. (luf)



