Berita

GEMAH ASRI KUA Mantrijeron, Wujudkan Ekoteologi melalui Sedekah Tanaman Peserta Binwin

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mantrijeron terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan GEMAH ASRI (Gerakan Jumat Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Pada Jumat (28/8/2026), kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor, tetapi juga menjadi momentum mengimplementasikan ekoteologi melalui gerakan menanam tanaman sedekah dari peserta Bimbingan Perkawinan (Binwin).

Tanaman yang disedekahkan oleh peserta Binwin tersebut ditanam dan ditata di lingkungan KUA Mantrijeron. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Mantrijeron berupaya menghubungkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam bimbingan perkawinan dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah tanaman diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk pemberian, tetapi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.

Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., menyampaikan bahwa GEMAH ASRI menjadi ruang untuk membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan kantor, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan. Tanaman yang disedekahkan peserta Binwin ini kita rawat bersama agar tumbuh dan memberikan manfaat. Semoga menjadi amal kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.

Penghulu KUA Mantrijeron, Anggi Aulia, M.A., mengatakan bahwa gerakan sedekah tanaman memiliki makna yang sejalan dengan semangat Bimbingan Perkawinan, khususnya dalam membangun keluarga yang tidak hanya harmonis secara internal, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Peserta Binwin kita ajak untuk memahami bahwa membangun keluarga bukan hanya tentang mempersiapkan kehidupan bersama pasangan, tetapi juga membangun kebiasaan baik yang berdampak bagi lingkungan. Sedekah tanaman ini menjadi simbol bahwa kebaikan yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Salah seorang peserta Binwin yang enggan disebut namanya dari Mantrijeron mengaku senang dapat ikut berkontribusi melalui sedekah tanaman.

“Alhamdulillah, selain mendapatkan ilmu untuk mempersiapkan kehidupan berumah tangga, kami juga diajak peduli terhadap lingkungan. Semoga tanaman yang kami sedekahkan bisa tumbuh dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Menurut Anggi, tanaman yang ditanam di lingkungan KUA juga dapat menjadi pengingat bagi setiap pasangan yang mengikuti proses bimbingan perkawinan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan proses untuk tumbuh, dirawat, dan dijaga secara berkelanjutan.

“Seperti tanaman yang membutuhkan air, tanah, dan perawatan agar tumbuh dengan baik, keluarga juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, komunikasi, dan komitmen. Semangat merawat tanaman ini mudah-mudahan juga menjadi refleksi bagi calon pengantin dalam merawat keluarganya,” tambah Anggi.

Sementara itu, kegiatan menanam tanaman sedekah tersebut menjadi bagian dari edukasi keagamaan yang kontekstual. Ekoteologi dikenalkan melalui aktivitas sederhana seperti menanam, merawat tanaman, menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menggunakan sumber daya secara bijak.

Kegiatan GEMAH ASRI dengan gerakan sedekah dan penanaman tanaman ini diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan KUA yang lebih hijau, kegiatan tersebut juga memperkuat pesan bahwa ibadah, sedekah, pelayanan keagamaan, pembinaan keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama.

Dengan semangat gotong royong, KUA Mantrijeron terus mengembangkan ekoteologi sebagai bagian dari gerakan pelayanan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata. Menanam kebaikan hari ini, merawat kehidupan untuk masa depan. (FR)

Leave a Reply