Berita

Eratkan Tali Persaudaaran Penyelenggara Katolik hadir dalam Pembukaan Pesparani Bantul Tahun 2026

Bantul (Penyelenggara Katolik) — Pujian tidak hanya menjadi ungkapan iman, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk merawat kebersamaan dan mempererat persaudaraan. Semangat tersebut terasa dalam pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMA Stella Duce Bantul, Sabtu (12/9/2026).

Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, V. Tatik Trijati Ningsih, S.I.P., M.Sc., hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran perwakilan Kemenag Kota Yogyakarta menjadi bagian dari dukungan sekaligus wujud sinergi antarlembaga dan antarwilayah dalam membangun persaudaraan umat Katolik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembukaan Pesparani dihadiri Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanto, S.Sos., M.M., perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, jajaran Forkopimtren Kapanewon Bambanglipuro, tokoh agama, pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi DIY dan Kota Yogyakarta, serta ratusan peserta dan umat Katolik dari berbagai paroki se-Kabupaten Bantul.

Mengusung tema “Merawat Iman dan Budaya dalam Puji-Pujian kepada Tuhan”, Pesparani Bantul 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi umat untuk mengekspresikan iman sekaligus merawat kekayaan budaya melalui seni dan kreativitas.

Sebanyak 400 peserta ambil bagian dalam tujuh kategori lomba, yakni Paduan Suara Anak, Paduan Suara Dewasa, Mazmur Anak, Mazmur Dewasa, Cerdas Cermat Anak, Cerdas Cermat Remaja, dan Tutur Kitab Suci.

Beragam kategori tersebut menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa untuk mengembangkan talenta sekaligus membangun keberanian, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Melalui Pesparani, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam seni liturgi gereja, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung sportivitas, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanto secara resmi membuka kegiatan dengan memukul bonang, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin dan peserta.

Para peserta selanjutnya siap mengikuti seluruh rangkaian kompetisi dengan penuh sukacita. Semangat berkompetisi berjalan beriringan dengan pesan penting bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Persaudaraan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap sesama menjadi nilai yang tidak kalah penting.

Kehadiran Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Yogyakarta dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat merawat iman, budaya, dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Dari Bantul, Yogyakarta, dan seluruh penjuru DIY, kebersamaan terus dirawat melalui karya dan kegiatan yang membawa pesan damai.(V. Tatik)

Leave a Reply