Berita

Enumerator Kemenag Kota Yogyakarta Ikuti Koordinasi Survei Kerukunan, Perkuat Akurasi Data di Lapangan

YOGYAKARTA (KUA Wirobrajan) – Ketelitian dalam mengumpulkan data menjadi salah satu kunci untuk memahami kondisi kerukunan umat beragama di masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, para enumerator Survei Kerukunan Umat Beragama Kota Yogyakarta mengikuti koordinasi secara virtual bersama Yanti dari Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta tersebut membahas sejumlah aspek teknis pelaksanaan survei, mulai dari penentuan responden, mekanisme pengumpulan dan input data, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketepatan proses pendataan.

Dalam koordinasi tersebut, penggunaan Google Maps dan fitur suara turut menjadi perhatian. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu enumerator menemukan lokasi responden secara lebih tepat serta meminimalkan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan.

Lima enumerator yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Eko Agus Wibowo, Arin Marliana, Sumarni, Arnoldus Suluh Dwi Candra, dan Kadharmesthan Gilang Pratama. Mereka mengikuti arahan dengan saksama sebagai bekal dalam melaksanakan tugas survei secara cermat dan bertanggung jawab.

Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan survei. Data yang dikumpulkan tidak hanya dituntut lengkap, tetapi juga harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar mampu menggambarkan kondisi kerukunan umat beragama secara lebih baik.

Bagi para enumerator, tugas survei bukan sekadar mengisi instrumen dan memasukkan data. Di balik setiap jawaban responden, terdapat pengalaman, pandangan, dan kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari gambaran kerukunan di Kota Yogyakarta. Karena itu, ketelitian, objektivitas, dan sikap profesional menjadi hal penting dalam setiap tahapan pelaksanaan.

Kegiatan koordinasi berlangsung lancar. Melalui pembekalan ini, para enumerator diharapkan semakin siap menjalankan tugas pengumpulan data sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Survei Kerukunan Umat Beragama diharapkan dapat mendukung tersedianya data yang akurat sebagai bahan perumusan kebijakan dan penguatan kehidupan beragama yang harmonis. Dengan data yang berkualitas, upaya menjaga kerukunan tidak hanya bertumpu pada harapan, tetapi juga didukung pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi nyata masyarakat.

Dari proses pendataan yang cermat, diharapkan tumbuh langkah-langkah yang semakin tepat untuk merawat toleransi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kerukunan umat beragama di Kota Yogyakarta.[ekoAW]

Leave a Reply