Berita

DWP Kemenag Kota Yogyakarta Padukan Kreativitas dan Ekoteologi Lewat Lomba Hantaran dan Edukasi Eco Enzym

Yogyakarta (Humas)– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak keluarga, organisasi, dan masyarakat melalui berbagai program yang edukatif dan produktif. Hal tersebut tampak dalam Pertemuan Rutin DWP yang dirangkaikan dengan Lomba Hantaran Jajan Pasar serta Edukasi Pembuatan Eco Enzym dalam rangka menyukseskan Program Ekoteologi, yang diselenggarakan di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 72 anggota DWP yang berasal dari unsur Kantor Kemenag, madrasah, dan KUA se-Kota Yogyakarta.

Mengawali kegiatan, Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ny. Hj. Eni Kartika Sari Ahmad Shidqi, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang hadir dan terus aktif mendukung setiap program organisasi. Menurutnya, pertemuan rutin tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas anggota melalui kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat dua agenda utama pada pertemuan kali ini. Agenda pertama adalah Lomba Hantaran Jajan Pasar yang diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui lomba tersebut, anggota diajak menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

“Hantaran berbeda dengan tumpeng. Hantaran memiliki karakter tersendiri, mulai dari wadah yang tertutup, kuat, hingga penyajian yang menarik. Melalui lomba ini kami ingin menghadirkan kreativitas anggota sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan tanah air,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai gagasan yang telah dikembangkan pengurus DWP, khususnya dalam mendukung program Ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Salah satunya diwujudkan melalui edukasi pembuatan Eco Enzym, yaitu pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun bahan pembersih ramah lingkungan.

Menurutnya, edukasi tersebut sangat relevan dengan peran perempuan sebagai ibu rumah tangga yang memiliki kontribusi besar dalam pengelolaan sampah dari lingkungan keluarga. Ia berharap praktik pembuatan Eco Enzym dapat diterapkan secara nyata di rumah masing-masing sehingga mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kita harus semakin bijak mengelola sampah. Dimulai dari rumah, kita bisa mengurangi limbah organik sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dipraktikkan dan ditularkan kepada masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DWP juga mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga, pendidik, penyuluh agama, serta warga madrasah dalam memberikan pendampingan, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan membangun lingkungan yang sehat bagi generasi muda.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa DWP akan segera meluncurkan program penulisan artikel dan opini yang akan diikuti dengan pelatihan penulisan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas literasi anggota sekaligus memperkuat kontribusi DWP dalam menyebarluaskan narasi-narasi positif kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, selaku Penasehat DWP, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pengurus dalam melaksanakan berbagai program kerja yang berdampak positif bagi anggota.

Menurutnya, DWP bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengembangkan kreativitas perempuan. Lomba hantaran yang diselenggarakan hari ini menjadi salah satu contoh bagaimana anggota dapat saling berbagi pengalaman, keterampilan, dan inspirasi.

“Silaturahmi bukan hanya menghadirkan keberkahan, tetapi juga menghadirkan ilmu. Dari kegiatan seperti ini kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kreativitas bersama,” ujarnya.

Ahmad Shidqi berharap seluruh program kerja DWP dapat terus dikawal dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh anggota. Ia meyakini bahwa kebahagiaan dan kekompakan para anggota DWP akan menciptakan energi positif yang turut mendukung kinerja keluarga besar Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

“Saya bangga apabila ibu-ibu bahagia. Energi positif itu akan menular kepada keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat. Teruslah menjaga semangat kebersamaan, saling berbagi pengalaman, serta terus berkarya melalui organisasi ini,” pesannya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan praktik pembuatan Eco Enzym oleh Tim MAN 2 Yogyakarta sebagai implementasi nyata Program Ekoteologi Kementerian Agama. Peserta dikenalkan pada proses pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi cairan multifungsi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Suasana semakin semarak dengan penilaian Lomba Hantaran Jajan Pasar yang diikuti kelompok dari seluruh unsur Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, KUA, dan madrasah. Mengusung tema “Harmoni Kemerdekaan Sinergitas Program DWP Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta”, setiap kelompok menampilkan hantaran berisi jajanan pasar tradisional yang dikreasikan secara menarik dengan nuansa kemerdekaan. Penilaian meliputi kreativitas dan inovasi, kerapian dan estetika, kebersihan serta higienitas, hingga keselarasan warna dan tampilan keseluruhan.

Melalui kegiatan ini, DWP Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta tidak hanya mempererat tali silaturahmi antaranggota, tetapi juga memperkuat komitmen dalam mendukung pelestarian budaya, peningkatan literasi, pemberdayaan perempuan, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui implementasi nilai-nilai Ekoteologi di kehidupan sehari-hari. (Nis)