Berita

Dua Siswi MAN 1 Yogyakarta Raih Medali GES Olympic Tingkat Nasional

MAN 1 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 YK)—Siswa MAN 1 Yogyakarta kembali raih prestasi. Pada kesempatan kali ini, Noor Hanifah Arrasyid dan Balanca Qolta mengukir prestasi melalui National Geography, Economic, Sociology (GES) Olympic. GES Olympic merupakan olimpiade berkelas tingkat nasional yang diikuti para pelajar SMA/SMA/MA di Indonesia dengan menggagas tiga mata pelajaran favorit yaitu Geografi, Ekonomi dan Sosiologi.

Youth Empower New Science (YES) Olympic sebagai penyelenggara melaksanakan lomba, Ahad (22/08/2021). Rangkaian lomba dimulai dari sesi pendaftaran, yaitu dengan mengunggah twibbon di akun instagram, setelah itu masuk ke dalam grup sesuai bidang olimpiade. Noor Hanifah Arrasyid, yang biasa disapa Hanifah mengikuti olimpiade bidang sosiologi dan berhasil mendapat medali perak. Dibidang yang sama, Balanca Qolta berhasil meraih medali emas dan mendapat kesempatan maju ke babak final.

Lomba berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan pengumuman perolehan medali pada pukul 17.00 WIB. Bagi peserta yang masuk ke tahap final dengan kategori peraih nilai diatas 85, mengikuti tahap seleksi untuk penentuan juara 1-6 via google meet. Pada babak final ini, panitia membacakan pertanyaan sebanyak 10 soal dengan waktu 10 menit kemudian peserta mencatat jawaban dan mengumupulkannya melalui google form dengan batasan waktu 5 menit.

Prestasi yang diraih oleh Hanifah dan Balanca tentunya tidak luput dari proses persiapan. Hanifah menceritakan bahwa ia sempat bingung untuk belajar dan melakukan persiapan dengan apa. “Akhirnya saya memutuskan untuk meminjam buku soal dari perpustakaan, belajar melalui buku dan kerap bertanya kepada guru sosiologi, ibu Soimah,” ungkapnya, Senin(23/08/2021).

Bagi Balanca maupun Hanifah, pengalaman meraih medali ini merupakan momen “pertama” bagi mereka. “Ini adalah medali emas pertama saya dalam olimpiade sosiologi,”ungkap Balanca.

Sedangkan bagi Hanifah yang baru duduk di kelas 10, momen ini adalah momen pertama kali ia mengikuti olimpiade. “Ini adalah olimpiade pertama saya. Rasanya takut dan deg-deg-an, yang paling berkesan itu ketika mengerjakan soal. Dengan waktu 50 menit, saya benar-benar berpikir keras karena 25 soal tersebut sangatlah susah,” sambut Hanifa. (ksa/dzl)

Back to top button