Dari Studio Radio, Penyuluh Tegalrejo Tebar Pesan Islam yang Menyejukkan

YOGYAKARTA (KUA Tegalrejo) – Dakwah tidak selalu harus berlangsung di masjid, majelis taklim, atau ruang pertemuan. Dari balik mikrofon radio pun, pesan-pesan kebaikan dapat hadir menemani masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Hal itu dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Tegalrejo, H. Kusmanto, S.Ag., yang secara rutin menyapa masyarakat melalui siaran kerohanian Mutiara Pagi di Radio EMC Bang HS 97.8 FM Yogyakarta, Kamis (10/9/2026).
Melalui siaran tersebut, Kusmanto menghadirkan dakwah yang ringan, dekat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran penyuluh melalui radio menjadi salah satu cara memperluas jangkauan pembinaan keagamaan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti pengajian atau majelis taklim secara langsung.
Pada siaran pekan ini, Kusmanto mengangkat tema “Tidak Mencela Makanan”. Ia mengajak pendengar untuk mensyukuri setiap nikmat Allah, termasuk makanan yang tersaji di hadapan kita, dengan tidak mencela atau merendahkannya.
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi Kusmanto, hal-hal kecil dalam keseharian justru dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperbaiki akhlak.
“Dakwah melalui radio memiliki sentuhan personal yang unik. Kami ingin memastikan kehadiran penyuluh agama terasa hingga ke ruang-ruang keluarga, memberikan solusi atas berbagai problematika kehidupan berdasarkan nilai-nilai agama yang menyejukkan,” ujar Kusmanto.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media komunikasi perlu dimanfaatkan sebagai ruang dakwah yang semakin terbuka. Radio menjadi salah satu media yang memungkinkan pesan keagamaan menjangkau masyarakat tanpa harus berada di satu tempat yang sama.
Sementara itu, Kepala KUA Kemantren Tegalrejo, H. Supasdi, S.Ag., mengapresiasi kolaborasi KUA Tegalrejo dengan Radio EMC Yogyakarta. Menurutnya, radio masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat, terutama karena memiliki pendengar yang loyal.
“Radio memiliki pendengar yang loyal dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan keluarga. Melalui siaran ini, kami berharap syiar Islam dan pesan amar makruf nahi mungkar dapat terus tersebar luas serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Supasdi.
Bagi KUA Tegalrejo, dakwah melalui radio bukan sekadar menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islam lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari ruang siaran yang sederhana, pesan kebaikan pun terus mengudara—menemani pagi, mengetuk hati, dan mengajak masyarakat untuk menghadirkan nilai-nilai agama dalam keseharian. (kus)



