Dari Paham Jadi Pilihan, MAN 1 Yogyakarta Bekali Murid Kelas X dengan Literasi Reksa Dana Syariah

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Mengelola uang bukan sekadar tentang berapa banyak yang dimiliki, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan bijak. Pemahaman inilah yang diperkenalkan kepada murid kelas X MAN 1 Yogyakarta melalui kegiatan kokurikuler Edukasi Reksa Dana bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Aula MAN 1 Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).
Mengusung slogan “Dari Paham Jadi Pilihan, Tumbuh dan Berkembang Bersama Reksa Dana Syariah”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari OJK dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk mengenalkan pengelolaan keuangan, investasi, serta pentingnya mengambil keputusan finansial secara cermat sejak usia muda.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengajak murid membangun literasi finansial agar mampu mengelola keuangan pribadi dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya kecakapan digital supaya murid dapat memahami perkembangan layanan keuangan dan mengetahui cara berinvestasi secara tepat.
Sementara itu, Sujanto, S.H., Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 1 OJK, mengingatkan bahwa kebiasaan mengelola uang menjadi salah satu kunci dalam membangun kondisi finansial yang sehat. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kebiasaan mengatur dan mengembangkan uang secara bertahap.
Ia mengajak murid untuk mulai mengenal investasi, bukan hanya mengandalkan tabungan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan legalitas dan kewajaran produk sebelum berinvestasi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Febsa Ardiani dari APRDI melalui sosialisasi Edukasi Reksa Dana Syariah bagi Pelajar. Murid dikenalkan pada peran OJK dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen sektor jasa keuangan, serta pentingnya memahami inflasi dalam pengelolaan keuangan.
Untuk mempermudah pemahaman, reksa dana dianalogikan seperti gado-gado yang terdiri atas berbagai bahan dan diracik menjadi satu sajian. Melalui analogi tersebut, murid diajak memahami bahwa dana dari sejumlah investor dapat dihimpun dan dikelola dalam portofolio investasi. Febsa juga memperkenalkan jenis reksa dana, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham.
Selain mengenal investasi, murid belajar membagi anggaran dengan prinsip 50 persen untuk kebutuhan (needs), 30 persen untuk keinginan (wants), dan 20 persen untuk investasi. Materi ini mengajak murid melihat bahwa kebiasaan finansial yang baik dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam menggunakan uang saku.
Pada sesi selanjutnya, Mochammad Akbar, Manajer Senior DPVR, menyampaikan materi Pintar Reksa Dana. Ia memperkenalkan PINTAR (Program Investasi Terencana dan Berkala) Reksa Dana serta SiMuda InvestasiKu, yang menggabungkan kebiasaan menabung secara rutin dengan investasi pada produk reksa dana.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Riswansyah Himawan, Asisten Manajer OJK, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Murid MAN 1 Yogyakarta berkesempatan memperdalam pemahaman mengenai materi yang disampaikan melalui sesi interaktif yang juga disertai pembagian suvenir.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, MAN 1 Yogyakarta berharap murid tidak hanya memahami konsep investasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cermat mengelola uang, kritis dalam memilih layanan keuangan, dan mampu merencanakan masa depan secara bijak. Sebab, literasi finansial bukan sekadar pengetahuan tentang uang, melainkan bekal untuk membuat pilihan yang lebih baik sejak dini. (mut)



