Camar KUA Wirobrajan: Menjemput Tahun Baru 2026 dengan Keberkahan Waktu

Yogyakarta – Memasuki awal tahun 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Wirobrajan melalui program unggulannya, Camar (Cahaya Mimbar), kembali memberikan siraman rohani bagi masyarakat di Masjid Ikhwatun Hasanah pada hari Senin 5 Januari 2026. Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan Agus Saeful Bahri, S.Ag., M.S.I mengangkat tema “Tahun Baru Penuh Berkah”, pesan kali ini menyoroti fenomena percepatan waktu yang kian terasa di era modern.
Fenomena Waktu yang Kian Singkat
Dalam tausiyahnya, Agus mengingatkan bahwa waktu terasa berlalu sangat cepat dn sudah berada di tahun 2026. Fenomena ini sejalan dengan nubuat Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Tirmidzi dari Aas bin Malik ra:
”Kiamat tidak akan terjadi sampai waktu terasa berdekatan (berlalu sangat cepat); setahun seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari, sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti terbakarnya pelepah kurma yang kering.”
Para ulama menjelaskan bahwa “cepatnya waktu” merupakan tanda hilangnya keberkahan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa yang tidak berkah bukanlah waktu itu sendiri, melainkan perbuatan manusia di dalam waktu tersebut. Waktu menjadi tidak berharga jika dilewati tanpa amal saleh dan kemanfaatan.
Ritual Keberkahan: Doa sebagai Kunci
Agar hidup senantiasa dipenuhi keberkahan setiap harinya, Agus mengajak jama’ah masjid Ikhwatun Hasanah untuk mentadaburi dua doa sederhana riwayat imam Bukhori yang telah menjadi ritual umat Islam sedunia untuk menjaga koneksi dengan Sang Pencipta:
باسْمِكَ اللَّهُمَّ أمُوتُ وأَحْيا
* Doa Sebelum Tidur: Sebagai bentuk kepasrahan total atas kehidupan dan kematian.
الحَمْدُ لِلَّهِ الذي أحْيانا بَعْدَ ما أماتَنا وإلَيْهِ النُّشُورُ.
* Doa Bangun Tidur: Sebagai wujud syukur atas kesempatan hidup (ba’ats) yang diberikan kembali oleh Allah SWT dan berkomitmen untuk berbekal amal sholeh saat kembali kepada Allah SWT.
Dua doa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan “pagar” spiritual agar setiap detik yang kita lalui di tahun 2026 ini bernilai ibadah dan membawa ketenangan jiwa, sekaligus kesadaran bahwa hidup manusia itu berbatas waktu, dan yang tidak akan merugi adalah mereka yang beriman dan beramal sholeh (al-‘ashr : 1-3).
Pesan Penutup
Melalui program Camar ini, KUA Wirobrajan berharap masyarakat tidak hanya terjebak dalam euforia pergantian tahun, tetapi lebih fokus pada evaluasi diri (muhasabah). Mari jadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk memulihkan keberkahan waktu dengan memperbanyak amal kebaikan. (ASB)



