Cahaya Mimbar Menyala! Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Ajak Umat Teguhkan Amar Ma’ruf

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) — Dari masjid, pesan kebaikan terus disuarakan. Melalui Program Cahaya Mimbar, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan hadir membersamai jamaah dengan menghadirkan kajian singkat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Senin (14/9/2026), selepas salat Zuhur, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan Agus Saiful Bahri, S.Ag., M.S.I., mengisi Cahaya Mimbar di Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen.
Program rutin setiap Senin tersebut menjadi salah satu ikhtiar KUA Wirobrajan dalam meningkatkan literasi keagamaan sekaligus menghadirkan pelayanan yang mudah, dekat, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Saiful Bahri mengupas makna QS. Ali Imran ayat 104. Ia mengajak jamaah memahami bahwa keberagamaan tidak cukup hanya berhenti pada keyakinan dan pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui amal dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan amar ma’ruf nahi mungkar, menurutnya, merupakan panggilan untuk bersama-sama membangun lingkungan yang dipenuhi kebaikan. Mengajak kepada kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memberikan teladan, mengingatkan dengan cara yang bijak, serta menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat.
“Amar ma’ruf nahi mungkar bukan sekadar menyampaikan nasihat. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri dan mampu mengajak orang lain dengan cara yang bijaksana,” pesan Agus.
Kehadiran penyuluh melalui Cahaya Mimbar menjadi bentuk nyata bahwa pelayanan KUA tidak hanya berlangsung di ruang kantor. Masjid dan lingkungan masyarakat menjadi ruang pengabdian untuk terus memberikan pencerahan dan memperkuat pemahaman keagamaan.
Melalui kegiatan yang sederhana namun konsisten ini, KUA Wirobrajan terus menyalakan cahaya literasi Islam di tengah masyarakat. Dari mimbar masjid, pesan kebaikan disampaikan; dari jamaah, semangat kebaikan diharapkan terus bergerak dan menjadi amal nyata dalam kehidupan.[ekoAW]



