Cahaya Mimbar KUA Wirobrajan Ajak Jamaah Bentengi Keluarga dari Bahaya Narkoba

Yogyakarta – Suasana hangat menyelimuti Masjid Kalimasada, Rabu (1/7/2026), ketika jamaah mengikuti tausiah dalam program Cahaya Mimbar yang digagas KUA Wirobrajan. Di balik mimbar dakwah, terselip pesan penting yang menyentuh kehidupan sehari-hari: menjaga keluarga dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I., mengajak jamaah untuk tidak memandang persoalan narkoba sebagai urusan aparat penegak hukum semata. Menurutnya, perang melawan narkotika harus dimulai dari rumah, melalui keluarga yang penuh perhatian, pendidikan yang baik, dan lingkungan yang saling menguatkan.
“Anak-anak dan remaja adalah amanah sekaligus harapan masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus kita jaga bersama agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” ungkap Eko di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa peredaran narkotika kini semakin mengkhawatirkan dan banyak menyasar kalangan usia muda. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai agama, serta komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga.
Dalam tausiahnya, Eko juga mengingatkan bahwa Islam telah memberikan pedoman yang jelas untuk menjauhi segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal. Hal itu sebagaimana ditegaskan Allah Swt. dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90–91, yang melarang perbuatan yang membawa mudarat, menimbulkan permusuhan, serta melalaikan manusia dari mengingat Allah dan mendirikan salat.
Melalui program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus menghadirkan dakwah yang dekat dengan persoalan masyarakat. Selain menguatkan nilai-nilai keagamaan, program ini juga menjadi media edukasi dalam mendukung gerakan War on Drugs, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lima tujuan utama syariat Islam (maqashid syariah), yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa KUA Wirobrajan tidak hanya memberikan layanan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika. Harapannya, semakin banyak keluarga yang mampu menjadi benteng pertama dalam melahirkan generasi Indonesia yang berakhlak mulia, sehat, dan berdaya saing. (ekoAW)



