Bukan Sekadar Mimpi: MAN 1 Yogyakarta Bekali Murid Kelas XII Strategi Tembus PTN dan PTKIN

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Salah satu rangkaian kegiatan Testimuni Alumni (Testimuni#10) adalah membekali murid kelas XII dengan pemahaman komprehensif terkait berbagai jalur masuk perguruan tinggi yang dikemas dalam Talkshow PTN IUP, PBUB, dan SPAN-PTKIN, Senin, (20/01/2026). Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para murid kelas XII di aula madrasah. Kegiatan ini menghadirkan para alumni dari berbagai kampus ternama di Indonesia seperti UGM, ITB, UNAIR, UNDIP dan yang lainnya.
Talkshow kali ini menghadirkan tiga narasumber muda yang merupakan alumni MAN 1 Yogyakarta dari UGM dan UIN Sunan Kalijaga. Di sesi pertama, telah hadir tiga mahasiswa dari UGM dan ITB yang menyampaikan tentang SNBP, SNPT dan UM. Mereka berbagi pengalaman langsung mengenai proses seleksi, strategi persiapan, serta tantangan yang dihadapi saat menembus jalur masuk perguruan tinggi. Melalui dialog interaktif, kelas XII mendapatkan gambaran nyata dan relevan dengan kondisi mereka saat ini.
Narasumber pertama, Kafka Hammam Vadanta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, memaparkan tentang International Undergraduate Program (IUP) sebagai jalur strategis bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan bertaraf internasional. Kafka menjelaskan bahwa IUP menawarkan kurikulum global, lingkungan multikultural, peluang student exchange, serta prospek karier yang luas. “Teman-teman perlu tahu, pemahaman mendalam terhadap proses seleksi dan persiapan akademik yang konsisten menjadi kunci untuk meningkatkan peluang diterima di program bergengsi tersebut. Jadi kalian harus persiapkan matang-matang akademiknya dan pelajari dengan seksama proses seleksinya,” jelas Kafka mengingatkan.
Sesi berikutnya diisi oleh Raisya Farrel Defrizal, mahasiswa Manajemen UGM, yang membahas Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB). Raisya menekankan bahwa jalur ini diperuntukkan bagi murid berprestasi di bidang olahraga, seni, dan IPTEK, baik pada tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Raisya juga mengingatkan pentingnya kesesuaian prestasi dengan program studi yang dipilih serta kelengkapan dokumen pendukung, seperti sertifikat dan bukti keikutsertaan lomba, khususnya untuk kejuaraan beregu.
Adapun jalur SPAN-PTKIN dipaparkan oleh Akbar Nugroho, mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga. Ia menjelaskan bahwa SPAN-PTKIN merupakan seleksi prestasi akademik nasional yang diselenggarakan secara terpadu dan serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Jalur ini tidak memungut biaya pendaftaran dan menjunjung tinggi prinsip adil, transparan, serta tidak diskriminatif, dengan tetap mempertimbangkan potensi calon mahasiswa dan kekhususan masing-masing PTKIN.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., dalam ulasannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendampingi murid merencanakan masa depan secara terarah. Edi menegaskan bahwa informasi yang akurat dan inspiratif sangat dibutuhkan murid agar mampu memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan potensi dan minat mereka. “Kehadiran narasumber yang dekat dengan dunia perkuliahan membuat pesan yang disampaikan lebih membumi dan mudah dipahami,” kata Edi.
Melalui talkshow ini, MAN 1 Yogyakarta berharap para murid tidak hanya mengenal beragam jalur masuk PTN dan PTKIN, tetapi juga mampu menyusun strategi persiapan yang realistis dan terukur. Dengan bekal informasi, refleksi diri, dan motivasi yang kuat, murid diharapkan siap melangkah menuju perguruan tinggi impian mereka. (luf)



