Belajar dari Desa Adat Terbersih: Murid MAN 1 Yogyakarta Kunjungi Panglipuran

Bali (MAN 1 Yogya) – Murid kelas XI MAN 1 Yogyakarta melaksanakan kunjungan edukatif ke Desa Wisata Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa, (13/0/20261). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian studi budaya yang bertujuan memperkaya wawasan siswa tentang kearifan lokal, pelestarian budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat tradisional Bali.
Desa Panglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia yang masih mempertahankan tata ruang, arsitektur, dan tradisi leluhur Bali. Deretan rumah dengan gerbang khas angkul-angkul, jalan utama yang tertata rapi, serta suasana asri dan tenang menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat Panglipuran menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Seluruh aktivitas masyarakat di desa ini berlandaskan nilai adat dan filosofi hidup yang diwariskan secara turun-temurun.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini penting untuk membentuk karakter dan cara pandang murid terhadap keberagaman budaya Indonesia. “Desa Panglipuran memberikan contoh nyata bagaimana budaya, kebersihan, dan kedisiplinan dapat berjalan seiring. Murid tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung menyaksikan praktik kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai tradisi dan kearifan lokal,” ujar Edi.

Senada dengan itu, salah satu guru pendamping, Imam Subarkah, S.Pd., M.Pd., menekankan nilai edukatif dari kunjungan tersebut. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan akan membantu murid memahami konsep budaya secara lebih mendalam. “Melalui kunjungan ini, murid dapat belajar tentang toleransi, penghormatan terhadap adat, serta pentingnya menjaga lingkungan. Hal-hal ini sangat relevan dengan pembelajaran karakter yang kami tanamkan di madrasah,” jelas Imam.
Selama kunjungan, murid berinteraksi dengan lingkungan desa, mengamati pola kehidupan masyarakat, serta mendokumentasikan berbagai aspek budaya sebagai bahan refleksi dan penulisan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran murid akan pentingnya melestarikan budaya bangsa sekaligus menanamkan sikap apresiatif terhadap keberagaman Indonesia.
Dengan mengunjungi Desa Panglipuran, murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya memperoleh pengetahuan budaya, tetapi juga pengalaman bermakna yang memperkaya sudut pandang mereka sebagai generasi muda yang kelak berperan dalam menjaga warisan budaya nasional. (luf)


