Belajar dari Asif bin Barkhiya, ASN Kemenag Kota Yogyakarta Didorong Hadirkan Kinerja Melampaui Ekspektasi

Yogyakarta (Humas) — Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dituntut tidak hanya mampu memenuhi target pekerjaan, tetapi juga menghadirkan kinerja terbaik yang melampaui ekspektasi melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan berdampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Fariq Nur Rokhim, saat menjadi pembina Apel Pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Senin (6/7/26). Kegiatan tersebut diikuti seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

Dalam amanatnya, Fariq menegaskan bahwa pelayanan prima merupakan identitas ASN Kementerian Agama. Karena itu, setiap pegawai dituntut terus meningkatkan kualitas kinerja, membangun budaya inovasi, serta memberikan layanan yang semakin mudah, cepat, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.
“Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus mampu memberikan layanan yang maksimal. Jangan berhenti pada sekadar memenuhi kewajiban, tetapi berupayalah memberikan hasil yang melebihi harapan. Itulah semangat yang harus kita bangun dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Fariq mengajak seluruh ASN meneladani kisah Asif bin Barkhiya, sosok yang oleh mayoritas ulama tafsir diidentifikasi sebagai orang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab sebagaimana dikisahkan dalam QS. An-Naml ayat 40. Atas izin Allah, ia mampu menghadirkan singgasana Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman dalam waktu sekejap mata. Namun, yang menjadi pelajaran bukanlah aspek luar biasanya semata, melainkan bagaimana ilmu, keimanan, kesungguhan, dan profesionalisme mampu menghasilkan capaian yang melampaui ekspektasi.
Menurut Fariq, nilai tersebut sangat relevan dengan budaya kerja ASN saat ini. Organisasi mengharapkan kinerja yang baik, sementara ASN yang unggul adalah mereka yang mampu menghadirkan kontribusi lebih melalui kompetensi, integritas, kolaborasi, dan semangat memberikan pelayanan terbaik.
“Kisah Asif bin Barkhiya mengajarkan bahwa ketika seseorang memiliki ilmu, komitmen, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah, hasil yang dicapai dapat melampaui perkiraan. Semangat itulah yang perlu kita hadirkan dalam setiap pekerjaan. Ketika pimpinan mengharapkan hasil yang optimal, mari kita wujudkan hasil yang lebih dari ekspektasi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN menjadikan setiap amanah sebagai ladang pengabdian. Profesionalisme, disiplin, dan peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keikhlasan dalam melayani umat.
Apel pagi, lanjutnya, bukan sekadar rutinitas mengawali pekan kerja, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan semangat tersebut, ASN Kementerian Agama Kota Yogyakarta diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kementerian Agama.(Nis)



