Bekali Calon Pengantin, Penyuluh KUA Ngampilan Gelar Bimbingan Perkawinan Mandiri

YOGYAKARTA (KUA Ngampilan)– Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan ketahanan keluarga melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para Calon Pengantin (Catin). Kegiatan ini dilaksanakan di aula KUA Ngampilan dengan bimbingan langsung dari para Penyuluh Agama Islam fungsional, KH Sholehudin SAg, pada haribSenin (12/01/2026).
Kegiatan Bimwin ini merupakan bagian dari prosedur wajib bagi setiap pasangan yang telah mendaftarkan pernikahan mereka di KUA. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan hidup bagi calon suami istri agar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, dalam sesinya menekankan pentingnya komunikasi yang sehat dan manajemen konflik dalam rumah tangga. “Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan komitmen panjang untuk saling memahami dan melengkapi. Di sinilah pentingnya manajemen emosi dan komunikasi yang efektif agar setiap riak dalam rumah tangga bisa diselesaikan dengan bijak,” ungkapnya.
Materi yang disampaikan dalam bimbingan ini mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:
Membangun Landasan Keluarga Sakinah: Memahami hak dan kewajiban suami istri sesuai syariat Islam.
Ketahanan Ekonomi Keluarga: Tips mengelola keuangan rumah tangga yang berkah dan cukup.
Psikologi Keluarga: Mengenali karakter pasangan dan cara menghadapi perbedaan.
Kepala KUA Ngampilan,H Anas Yusuf S.Sos.I, di tempat terpisah menyampaikan bahwa bimbingan ini diharapkan dapat menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Ngampilan. “Kami ingin memastikan bahwa catin yang menikah melalui KUA Ngampilan benar-benar siap secara mental, spiritual, maupun fisik,” ujarnya.
Bimbingan Perkawinan di KUA Ngampilan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, baik melalui skema bimbingan mandiri maupun bimbingan klasikal, guna menciptakan generasi keluarga yang berkualitas di masa depan. (Janti)



