Berita

Bekali Calon Pengantin, KUA Jetis Selenggarakan Bimwin Pranikah Mandiri

Yogyakarta, Selasa, 11 Agustus 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah Mandiri bagi empat pasangan calon pengantin, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Jetis memberikan pembekalan kepada calon pengantin agar lebih siap membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.

Bimwin mengangkat tema “Keluarga Sakinah” dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi dari berbagai perspektif.

Kepala KUA Kemantren Jetis Muhammad Fauzan Fatkhulloh, S.H.I., menyampaikan materi tentang Keluarga Sakinah, yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga atas dasar ketakwaan, kasih sayang, komunikasi, tanggung jawab, dan saling menghargai. Calon pengantin diajak memahami bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun dengan kesiapan pernikahan, tetapi juga dengan kesiapan menjalani berbagai dinamika kehidupan setelah akad.

Sementara itu penyuluh Agama Islam Ismiyati S.Ag memberikan materi “Mempersiapkan Generasi Berkualitas”. Dalam materinya, calon pengantin diajak menyadari bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan, pendidikan agama, kasih sayang, serta menciptakan lingkungan keluarga yang positif.

Materi berikutnya disampaikan oleh Drs. Syakur selaku penghulu dengan tema “Dinamika Perkawinan”. Peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai dinamika yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga, sekaligus pentingnya komunikasi terbuka, kemampuan menyelesaikan masalah, serta sikap saling memahami antara pasangan.

Kegiatan Bimwin Pranikah Mandiri berlangsung secara interaktif. Keempat pasangan calon pengantin juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kesiapan membangun kehidupan rumah tangga.

Melalui Bimwin Pranikah Mandiri ini, KUA Jetis berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, mental, spiritual, dan keterampilan komunikasi dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.[ismi]

Leave a Reply