Bekali ASN Hadapi Era Digital, PPPK KUA Mergangsan Ikuti Bimtek Kecakapan IT

Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam bersama Pengelola Umum Operasional dan Operator Layanan Operasional KUA Kemantren Mergangsan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kecakapan IT bagi PPPK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer MAN 1 Yogyakarta dan dimulai pada Selasa (23/6/2026).
Bimtek yang dilaksanakan hingga 2 Juli 2026 ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasi para ASN PPPK agar semakin adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pendampingan dari para mentor dengan berbagai materi yang mendukung tugas kedinasan sehari-hari.
Materi yang diberikan antara lain Gmail, Google Form, Google Drive, Google Sheet, Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, Canva, CapCut, Internet Dasar, Hardware Komputer, serta Zoom Meeting.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari, yaitu pukul 09.00–11.30 WIB dan 12.30–15.00 WIB. Melalui metode praktik langsung di laboratorium komputer, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga pengalaman mengoperasikan berbagai aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan administrasi dan pelayanan publik.
Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kecakapan digital menjadi kebutuhan penting bagi ASN di tengah berkembangnya sistem kerja berbasis teknologi.
“Melalui bimtek ini, kami memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat untuk mendukung tugas pelayanan kepada masyarakat. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap seluruh ASN PPPK memiliki kemampuan digital yang memadai, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta turut mendukung terwujudnya transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama.
Dengan meningkatnya kecakapan IT, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, mudah, dan profesional, sejalan dengan semangat mewujudkan ASN yang solutif, adaptif, dan melek digital. (HP)



