Berita

Bangun Rumah Tangga Harmonis, Penyuluh KUA Gedongtengen Bekali Calon Pengantin dengan Nilai-Nilai Islam

Yogyakarta, Jumat, 9 Oktober 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gedongtengen Kota Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin, Ridho Setyo Pamungkas dan Viona Alvionita, pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pengantin dalam membangun keluarga yang harmonis, bahagia, dan sakinah.

Dalam penyampaian materinya, Asrofi menekankan bahwa salah satu kunci utama keberhasilan dalam kehidupan rumah tangga adalah saling berkomunikasi, saling memahami, dan saling mengerti. Menurutnya, pasangan suami istri perlu membangun komunikasi yang terbuka dan jujur agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus berujung pada pertengkaran.

“Dalam rumah tangga, suami dan istri harus mampu saling berkomunikasi, memahami keadaan dan perasaan pasangan, serta saling mengerti kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Jangan sampai persoalan kecil menjadi besar hanya karena kurangnya komunikasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam bimbingan perkawinan tersebut.

Selain membangun komunikasi yang baik, calon pengantin juga diingatkan agar senantiasa menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim. Kehidupan rumah tangga hendaknya tidak menjauhkan pasangan dari ajaran agama, tetapi justru menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

Suami dan istri diharapkan dapat saling mendukung dalam melaksanakan ibadah, menjaga salat lima waktu, membangun kebiasaan berdoa, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan keluarga.

Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Gedongtengen berharap Ridho Setyo Pamungkas dan Viona Alvionita memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan mental serta spiritual untuk memasuki kehidupan pernikahan. Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua pribadi dengan latar belakang, karakter, dan kebiasaan yang berbeda untuk bersama-sama membangun masa depan.

Dengan komunikasi yang sehat, sikap saling memahami, pemenuhan tanggung jawab, dan komitmen menjalankan ajaran agama, diharapkan calon pengantin mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadi keluarga yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen KUA Gedongtengen dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Leave a Reply