Bahas Bahaya Perundungan, Perwakilan MTsN 1 Yogyakarta Hadiri Pertemuan DWP Kemenag Kota Yogyakarta

Yogyakarta (MTsN 1 Yogyakarta) – Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta digelar pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan DWP dari madrasah, KUA, serta unit lain di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta.
Dari MTsN 1 Yogyakarta, hadir Ketua DWP Unit MTsN 1 Yogyakarta, Fatimah Musa Surahman didampingi anggota Ritaningsih Sudjoko dan Prapti Jazaroh.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag Kota Yogyakarta, Eni Kartikasari menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta.
“Terima kasih kepada seluruh perwakilan yang telah hadir. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan baik, kita belajar bersama dari materi yang disampaikan narasumber agar membawa manfaat untuk kita semua,” ujar Eni Kartikasari.
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, turut memberikan arahan. Ia berharap kegiatan DWP terus memberikan dampak positif bagi anggotanya.

“Saya berharap kegiatan DWP ini membawa manfaat bagi ibu-ibu semua sebagai istri ASN di lingkup Kemenag Kota Yogyakarta, sekaligus mempererat kebersamaan,” harap Ahmad Shidqi.
Materi pertemuan disampaikan oleh narasumber dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kenari, Tri Novita Hardalena, S.Pd.I., Psikolog. Ia menjelaskan bahwa Puspaga merupakan layanan psikologi dan konsultasi keluarga gratis dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang dikelola oleh DP3AP2KB.
Dalam paparannya, ia menguraikan tentang segitiga dinamika perundungan yang terdiri dari pelaku, korban, dan pengamat. Pelaku perundungan, menurutnya, sering kali didorong oleh keinginan mencari kontrol, kurangnya empati, atau mereplikasi agresi yang pernah dilihat.



