Berita

Awali KBM, Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Perkuat Gerakan Berantas Buta Huruf Al-Qur’an di SDN Tamansari 1

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat terus ditunjukkan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan melalui pendampingan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTT) SDN Tamansari 1, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mendukung program Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam memperkuat gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an bagi siswa sekolah dasar. Melalui pendampingan secara rutin, para siswa diharapkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus tumbuh kecintaan terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pembelajaran berlangsung secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Siswa kelas V diajak mengikuti permainan “Teruskan Ayat” untuk mengasah hafalan sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Suasana belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran.

Setelah permainan, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an secara privat. Pendampingan diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan terarah.

Koordinator MDTT Wirobrajan, Prety Etika, menjelaskan bahwa SDN Tamansari 1 merupakan sekolah tambahan yang memperoleh pendampingan program pada tahun 2026. Sebelumnya, program serupa telah berjalan di dua sekolah dasar dan kini diperluas sebagai bagian dari penguatan layanan keagamaan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, pelaksanaan program berjalan dengan baik. Ini merupakan amanah yang kami laksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung program Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam mencetak generasi Qurani yang mampu membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sejak dini,” ungkap Tika.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi antara sekolah, penyuluh agama, serta lingkungan keluarga.

Melalui sinergi tersebut, KUA Wirobrajan berharap gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak siswa dan memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan generasi yang religius, berkarakter, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta siap berkontribusi dalam menyongsong terwujudnya Indonesia Emas.[ekoAW]

Leave a Reply