Berita

Adu Argumen Penentu Pemimpin OSAKA MAN 1 Yogyakarta Selanjutnya

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Organisasi Santri Keagamaan (OSAKA) melanjutkan rangkaian reformasi OSAKA dengan menghadirkan Debat antar Kandidat Calon Ketua OSAKA pada Sabtu(22/08/26) bertempat di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santri MAN PK MAN 1 Yogyakarta serta segenap pembina Asrama dan para pegawai Asrama Al-Hakim 1.

 

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Zulfa Aliya Nur Tammima selaku Ketua Pelaksana Reformasi OSAKA tahun ini. Lalu dilanjut acara inti yakni sesi debat antar kandidat yang disaksikan oleh seluruh warga Asrama MAN PK MAN 1 Yogyakarta.

 

Memasuki waktu debat, terdapat 3 sesi. Pada sesi pertama, para kandidat diberikan waktu untuk menyampaikan visi misinya secara bergantian, lalu dipersilahkan untuk menyanggah visi misi maksimal pada satu kandidat yang belum terpilih oleh kandidat lain, kemudian diberi waktu untuk menjawab setiap sanggahan.

 

Dilanjut dengan sesi kedua yakni pemberian mosi pertanyaan wajib yang harus dijawab oleh seluruh kandidat. Tak hanya sampai disitu, sesi berikutnya dan yang terakhir membuka kesempatan bagi para hadirin untuk ikut serta mengungkapkan pertanyaan yang tentunya membutuhkan jawaban.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa debat kandidat merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan bagi para santri.

“Melalui kegiatan debat ini, para santri tidak hanya belajar memilih seorang pemimpin, tetapi juga belajar melihat bagaimana seorang calon pemimpin menyampaikan gagasan, mempertanggungjawabkan pendapat, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang baik,” tandas Edi.

 

Ia berharap proses Reformasi OSAKA dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh kandidat maupun santri sebagai pemilih untuk membangun budaya organisasi yang lebih dewasa, terbuka, dan bertanggung jawab.

 

Setelah selesai sesi debat, kegiatan ditutup oleh MC dan dilanjutkan sesi dokumentasi. Harapannya, rangkaian debat ini mampu menjadi pembawa cahaya bagi para peserta dalam menentukan pemimpin selanjutnya bagi Organisasi Santri Keagamaan (OSAKA) di MAN PK MAN 1 Yogyakarta. (aik)

Leave a Reply