Berita

Sambung Rasa ASN Kemenag Kota Yogyakarta, Sinergi dan Solusi Menguat di Forum Sarapan Pagi

Yogyakarta — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Sarapan Pagi (Sambung Rasa Bersama Pimpinan dan Pegawai Terintegrasi) pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Aula 1 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang dimoderatori oleh Arif Mahfud, S.Ag., ini diikuti oleh para pegawai sebagai forum komunikasi terbuka antara pimpinan dan jajaran ASN.

Dalam suasana santai namun penuh makna, berbagai pertanyaan, saran, dan masukan disampaikan peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kinerja dan tata kelola di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta.

Beberapa isu strategis yang mengemuka antara lain terkait efektivitas pengelolaan anggaran dan pembagian tugas agar tidak terjadi rangkap jabatan, kebutuhan penyusunan teks sambutan resmi untuk kegiatan eksternal, serta kendala pencairan anggaran kegiatan, termasuk dukungan bagi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Selain itu, muncul pula gagasan penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan master of ceremony (MC) secara mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar digital, serta perlunya standarisasi oleh tim humas agar selaras dengan karakter Kementerian Agama.

Melalui masukan daring, pegawai juga menyoroti pentingnya pembaruan kartu identitas ASN, transparansi laporan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta upaya efisiensi penggunaan listrik dengan inventarisasi peralatan elektronik di masing-masing unit kerja.

Menanggapi berbagai hal tersebut, Kasubbag Tata Usaha, Ahmad Mustafid, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini mendorong optimalisasi kegiatan berbasis swadaya. Ia juga mengusulkan pemanfaatan infaq Mushola Al-Ikhlas untuk kegiatan jariyah yang lebih prioritas, seperti pengecatan lingkungan kantor, dengan tetap mempertimbangkan kesepakatan jamaah.

Selain itu, terkait bantuan FKUB yang belum dapat dicairkan, akan disampaikan secara resmi melalui surat. Sementara untuk kebutuhan ID card ASN, dimungkinkan melalui kerja sama dengan pihak perbankan mitra.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menegaskan bahwa keterbatasan SDM menjadi salah satu faktor terjadinya rangkap tugas dalam pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi dan optimalisasi peran masing-masing unit.

Ia juga mendorong peran aktif humas dalam menyiapkan narasi sambutan resmi yang representatif, serta membuka peluang pelatihan MC sebagai bagian dari peningkatan kompetensi ASN. Terkait transparansi, laporan UPZ diharapkan dapat disampaikan secara rutin kepada seluruh ASN.

Dalam upaya efisiensi energi, pimpinan meminta agar seluruh peralatan listrik diinventarisasi oleh bagian BMN untuk ditindaklanjuti. Selain itu, bagi ASN yang menginginkan suasana kerja baru, pimpinan membuka kesempatan untuk pengajuan mutasi ke KUA, madrasah, maupun daerah lain sesuai kebutuhan organisasi.

Kegiatan sarapan pagi ini kembali menegaskan komitmen Kemenag Kota Yogyakarta dalam membangun budaya kerja yang terbuka, partisipatif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Forum ini diharapkan terus menjadi ruang dialog yang produktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Sebagai informasi, petugas moderator Sarapan Pagi berikutnya pada Senin, 11 Mei 2026, akan dilaksanakan oleh Penyelenggara Katolik. [Ara]